
PEKANBARU – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Riau berkomitmen memperkuat benteng perlindungan bagi hewan ternak dengan menaikkan target vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada tahun 2026. Sebanyak 44.700 ekor ternak ditargetkan menerima suntikan vaksin, meningkat dibanding capaian tahun sebelumnya yang menyentuh angka 39.513 ekor.
Langkah percepatan ini diambil guna menekan angka kesakitan hewan ternak di seluruh wilayah Bumi Lancang Kuning. Kepala DPKH Riau, Mimi Yuliani Nazir, menegaskan bahwa vaksinasi merupakan instrumen paling efektif untuk menjaga stabilitas sektor peternakan dari ancaman virus yang merugikan.
"Tahun 2025 lalu, kami sudah melakukan vaksin PMK terhadap 39.513 ternak. Untuk tahun ini kami targetkan 44.700 ternak akan mendapatkan vaksin PMK," ujar Mimi, Jumat (6/2/2026).
Berdasarkan data evaluasi tahun 2025, sebaran vaksinasi dilakukan di 12 kabupaten dan kota serta satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) provinsi. Kabupaten Kampar mencatat jumlah vaksinasi tertinggi dengan 7.338 ternak, disusul Rokan Hulu sebanyak 4.968 ternak, dan Indragiri Hulu dengan 4.486 ternak. Daerah lain seperti Rokan Hilir, Siak, dan Pekanbaru juga turut berkontribusi dalam realisasi angka tersebut.
Mimi memaparkan, sepanjang tahun lalu terdapat 304 laporan kasus PMK yang tersebar di delapan daerah. Kabupaten Indragiri Hulu menjadi wilayah yang paling terdampak dengan 143 kasus. Selain itu, serangan wabah ini sempat menyebabkan kematian satu ekor ternak di Kota Dumai, yang mempertegas pentingnya langkah pencegahan dini.
"Selama kurun waktu tahun 2025, terdapat 304 kasus PMK di Riau. Dari ratusan ternak yang terpapar PMK tersebut, terdapat satu ternak yang mati yakni di Kota Dumai," jelasnya.
Selain Indragiri Hulu, sebaran kasus juga ditemukan di Siak sebanyak 65 kasus, Dumai dan Rokan Hulu masing-masing 25 kasus, serta Indragiri Hilir 19 kasus. Kasus dalam jumlah kecil juga dilaporkan terjadi di Kampar, Pelalawan, Kuantan Singingi, Bengkalis, dan Rokan Hilir.
Melalui peningkatan target tahun ini, DPKH Riau berharap cakupan kekebalan komunal pada ternak semakin luas. Hal ini diharapkan mampu meminimalisir risiko kerugian ekonomi bagi para peternak lokal akibat penurunan produktivitas hewan yang terjangkit virus. ***