PEKANBARU - Pandangan warga di Kota Pekanbaru kembali terhalang oleh kabut asap yang mengambang pekat di udara, Sabtu (5/9/2026) pagi. Paparan partikel sisa pembakaran ini membuat langit ibu kota Provinsi Riau terlihat memutih kelabu, sekaligus menekan turun kualitas udara hingga masuk ke level tidak sehat.

Berdasarkan catatan IQAir pukul 07.00 WIB, Indeks Kualitas Udara (AQI) di Pekanbaru menyentuh angka 186. Polutan utama penyumbang angka tersebut adalah partikulat halus atau PM2.5, yang konsentrasinya menembus 105,7 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Tingginya konsentrasi polutan ini berbanding lurus dengan maraknya titik panas (hotspot) di wilayah Provinsi Riau. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mencatat kemunculan ratusan titik panas yang tersebar secara sporadis di sejumlah kabupaten dan kota.

Sebaran Ratusan Titik Panas

Hingga pembaruan data pukul 23.00 WIB di hari sebelumnya, terpantau 346 titik panas di seluruh wilayah Riau. Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Deby C merinci sebaran titik panas tersebut mencakup wilayah berikut:

  • Kabupaten Indragiri Hilir: 111 titik
  • Kabupaten Indragiri Hulu: 97 titik
  • Kabupaten Bengkalis: 46 titik
  • Kabupaten Siak: 31 titik
  • Kabupaten Kepulauan Meranti: 27 titik
  • Kabupaten Pelalawan: 26 titik
  • Kota Dumai: 3 titik
  • Kabupaten Kampar: 2 titik
  • Kota Pekanbaru: 2 titik
  • Kabupaten Kuantan Singingi: 1 titik

Prakiraan Cuaca dan Imbauan Kesehatan

Terkait kondisi cuaca terkini, Deby menyebutkan bahwa langit Riau secara umum masih diselimuti partikel asap. "Kondisi cuaca Riau hari ini secara umum masih didominasi udara kabur hingga berawan," terangnya.

Ia menambahkan, potensi hujan ringan hingga sedang diprakirakan hanya turun pagi hari di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hilir dan Kota Dumai. Memasuki siang, sore, malam, hingga dini hari, kondisi udara akan kembali kabur serta berawan.

Situasi ini mengharuskan warga lebih waspada, mengingat ketebalan kabut asap berpotensi berubah arah secara cepat mengikuti pergerakan angin dan perkembangan lokasi kebakaran lahan di lapangan. Jumat (4/9/2026) lalu, konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru juga sempat memburuk hingga mendekati 150 µg/m³ pada dini hari sebelum akhirnya berfluktuasi.

Melihat tingkat AQI 186 dan PM2.5 yang masih cukup pekat, masyarakat dianjurkan membatasi aktivitas di luar ruangan. Langkah antisipasi ini sangat disarankan terutama bagi kelompok rentan guna menghindari gangguan saluran pernapasan akibat paparan sisa asap pembakaran lahan. ***