
PEKANBARU, GORIAU.COM - Bencana kabut asap kebakaan lahan dan hutan di Provinsi Riau dikabarkan juga mengganggu sektor migas nasional, temasuk produksi minyak PT Chevron Pasific Indoensia (CPI).
"Secara tidak langsung produksi minyak memang terganggu polusi kabut asap kebakaran lahan setelah perawatan sistem dipercepat dan membutuhkan waktu paling singkat dua hari," kata Manager Communication Sumatera Chevron, Tiva Permata kepada pers di Pekanbaru, Senin (17/3/2014).Semisal ada beberapa hari ketika kabut asap pekat di sekitar wilayah produksi, kata dia, pasokan listrik menjadi berkurang.Ia menjelaskan, pasokan listrik yang berkurang itu disebabkan generator atau mesin pembangkit listrik menjadi dipercepat perawatannya seharusnya dilakukan dalam waktu empat atau enam bulan operasi, menjadi sebulan saja.Hal itu menurut dia, dikarenakan udara yang dibutuhkan untuk mesin tersebut telah mengandung partikel abu yang jika tidak segera dibersihkan akan menyebabkan kerusakan pada mesin. "Dari pada mengambil resiko kerusakan yang tentunya akan mengeluarkan biaya lebih besar, maka dilakukan upaya percepatan untuk perawatannya," kata dia.Tiva mengatakan, saat ini mesin pembangkit listrik pada generator juga telah dipasangkan filter atau penyaring udara, dan itu juga membutuhkan perawatan yang rutin mengingat partikel abu kerap memenuhi saringan itu. "Maka kemudian sering dibersihkan dengan tentunya mematikan generator tersebut dan ini memakan waktu beberapa hari," katanya.Akibatnya , demikian Tiva, memang ada beberapa sumur yang kemudian dihentikan sementara hingga pendistribusian listrik kembali normal. "Namun sumur-sumur tersebut dipilih, yang paling rendah produksinya itu yang kemudian dimatikan," kata dia.Tiva mengatakan, saat ini ada tiga unit generator pembangkit yang ada dan harus rutin dalam perawatan untuk menghindari kerusakan. "Tapi tidak sekaligus tiga-tiganya di lakukan perawatan secara serentak, satu persatu agar produksi minyak tetap berjalan," katanya.Untuk mengatasi persoalan itu, maka kemudian Chevron membantu upaya pemerintah dalam mengatasi persoalan kebakaran lahan penyebab kabut asap.Gangguan produksi minyak juga dapat menganggu pemasukan kas negara di sektor migas.Pihak Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) telah mengerahkan 320 personel untuk memadamkan 2.038 titik kebakaran lahan yang terjadi di berbagai wilayah kabupaten/kota Provinsi Riau."Kami bekerjasama dengan pemerintah setempat mengendalikan situasi dengan mengirim regu-regu pemadam kebakaran ke berbagai lokasi kebakaran di sekitar daerah operasi, mengirimkan informasi tentang mutu udara, dan membagikan masker kepada mereka yang membutuhkan," kata Tiva.Menurut Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), dampak pembakaran lahan dan hutan di wilayah Riau makin meluas, hampir keseluruhan wilayah di Riau dan Sumatera Barat tertutup kabut oleh kabut asap yang juga merambat ke Sumatra Utara. Namun sejak beberapa hari terakhir, kabut asap mulai menipis setelah titik-titik kebakaran lahan berkurang drastis setelah hujan melanda berbagai wilayah di Riau. (fzr)