PEKANBARU - Puluhan pangkalan gas elpiji 3 kilogram (Kg) yang menjual diatas Harga Eceran Tertinggi (HET), mendapatkan sanksi dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru. Tercatat sejak Januari 2019, setidaknya ada 33 pangkalan gas yang kedapatan menjual diatas harga Rp18.000 sesuai HET.

"Kita rutin melakukan pengawasan pangkalan gas. Kalau ada pangkalan yang terbukti 'bermain', maka akan kita sanksi," ujar Kepala Disperindag Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut, Rabu, (20/11/2019).

Ingot mengatakan, selain memberikan sanksi teguran, dari 33 pangkalan tersebut. Diantaranya, ada 7 pangkalan yang izinnya sudah dicabut.

"Kita mendapatkan aduan dari masyarakat, pertama kita tegur dan buatkan surat perjanjian ke pangkalan. Kalau masih melanggar, kita cabut izin mereka," ucapnya.

Kemudian, Ia menjelaskan bahwa masyarakat berperan penting untuk mengawasi ketersediaan elpiji di pangkalan. Ia meminta agar warga melaporkan kepada RW atau lurah dilingkungannya apabila ada kelangkaan elpiji 3 Kg diwilayahnya, sehingga dapat segera dikonfirmasi oleh Disperindag.

"Persisnya saya kurang tahu, tetapi jumlah pangkalan di Kota Pekanbaru lebih dari 700. Maka dari itu, kita juga mengharapkan pengendalian dari masyarakat dan pemerintah setempat," jelasnya.

"Setiap pangkalan itukan direkomendasikan oleh RW atau lurahnya, maka jika ada masyarakat yang merasa dia berhak mendapatkan elpiji 3 Kg, tetapi tidak dapat. Silahkan melapor ke RW atau lurah setempat, agar bisa dikonfirmasi kepedagangnya," pungkasnya.***