PEKANBARU, GORIAU.COM - Markas Besar Polri dikabarkan kembali melakukan perombakan jabatan untuk sejumlah perwira tinggi. Salah satunya adalah Kepala Polisi Daerah Provinsi Riau Brigjen Condro Kirono berpeluang ditarik ke Markas Besar Polri untuk menjabat sebagai Kepala Divisi Humas menggantikan Irjen Ronny Sompie. Berikut adalah sejumlah prestasi Brigjen Condro selama bertugas di Riau.

Brigjen Condro Kirono menjabat sebagai Kapolda Riau sejak Juni 2013 menggantikan Brigjen Suedi Husein.Selama hampir setahun bertugas di Riau, Brigjen Condro telah banyak menuntaskan kasus-kasus besar baik terkait perjudian, perampokan, narkotika dan obat-obatan terlarang, serta yang terhangat adalah perkara predator seksual.Salah satu kasus perjudian terbesar yang pernah diungkap Brigjen Condri yakni arena judi MP Club dan Golden di Pekanbaru pada Maret 2014.Pada kasus ini, kepolisian mengamankan puluhan orang terdiri dari pemain dan pengelola lokasi perjudian tanpa izin itu.Sementara untuk kasus perampokan, jajaran Polda Riau dibawah komando Brgjen Condro juga berhasil meringkus empat pelaku perampokan toko emas di Pekanbaru  yang diduga diotaki oleh sepasang suami-istri, RF dan SU.Kawanan penjahat ini sebelumnya merampok toko emas di Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru dengan menggondol sekitar 3 kilogram emas dan uang tunai sekitar Rp500 juta.Peristiwa perampokan itu berlangsung pada akhir April lalu, saat petugas kepolisian bersama Satpol PP sibuk mengawal jalannya Rapat Pleno Penghitungan Suara Pemilihan Umum Legislatif di salah satu hotel.Untuk kasus narkoba, pada pertengahan April lalu Polda Riau juga berhasil meringkus lima tersangka jaringan narkotika internasional yang melibatkan dua warga negara asing (WNA) dengan barang bukti 1,5 kilogram jenis sabu-sabu, 1.750 butir pil happy 5 dengan nilai total sekitar Rp 2,25 miliarKemudian pada awal Mei 2014, Polda Riau juga berhasil mengamankan 1,3 kilogram sabu-sabu serta meringkus dua pelaku pembawanya.Sementara untuk kasus predator seksual, Brigjen Condro Kirono yang memerintahkan anggotanya juga berhasil mengungkap banyak perkara dan menangkap para pelaku.Terakhir adalah kasus sodomi yang diduga dilakukan oleh oknum Kejaksaan Tinggi Riau terhadap sejumlah bocah. (fzr/ant)