PEKANBARU, GORIAU.COM - Elemen masyarakat di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) bersama masyarakat Kampar, melakukan aksi demo di Kantor Kejaksaan. Tinggi (Kejati) Riau, Senin (19/5). Mereka menuntut kejelasan dari penegakkannya hukum terhadap Jefry Noer.

Pantauan lapangan, masa masih berada diluar pagar Kantor Kejati Riau dengan kawalan kepolisian. Pasalnya pihak Kejati Riau belum ada menyambangi aksi demo ini. Poster-poster beisikan itu hujatan dalam penegakkan hukum di Riau ini dipegang massa aksi.

''Kami datang kesini mewakil dari masyarakat Kampar ini. Anehnya, pihak Kejati Riau tak ada tampak untuk menemui kami. Padahal kami ini datang untuk tindaklanjuti laporan kasus Bupati Kampar yang hingga kini sangat tidak ada kejelasan,'' teriak Hendra.

Koordinator Lapangan (Korlap) ini menyebutkan, sangat disesalkan sikap ketidakjelasan penegakkan hukum di Kejati Riau ini. Padahal sambungnya, sangat jelas halnya tindakkan bupati Kampar ini telah menyakiti masyarakat berangkat keluar negeri pakai APBD.

''Wajar saja karena penegakan hukum di Riau itu, seperti hukum Rimba. Karena dalam hal ini ada dugaan antara Kejati Riau Eddy Rakamto terjadi hubungan intim dengan sang koruptor Jefry Noer. Inikan tidak punya naluri,'' teriak Hendra menghempas Toa.

Akibat ini, pihak kepolisian datang dengan meminta massa tidak ada melakukan aksi anarkis. Petugas dari kepolisian yang berpakaianya putih hitam serta dikawal provost itu mengatakan, jikalau seperti ini sebaiknya bubar saja. Selang itu, Kejati mengizinkan masuk.

Aksi demo tetap berjalan, walaupun didalam itu perwakilan massa melakukan pembicaraan dengan pihak Kejati Riau. Hingga naik cetak berita ini, belum dapat diketahui hasil pembicaraan yang berlangsung tertutup di Kejati ini. (rul)