JAKARTA - Indra Putra tidak ambil pusing dengan berbagai tuduhan yang dilontarkan pihak-pihak tertentu tentang dirinya akhir-akhir ini. Menurutnya, pihak-pihak tersebut hanya ingin merusak konsentrasinya dalam menghadapi persidangan di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Ini taktik orang sebelah, biar konsentrasi terpecah dan gayanya sama dengan yang lama," ujar Indra dengan santai saat dimintai komentarnya mengenai berbagai tuduhan Ampera, Rabu (13/1/2016) malam di Jakarta.

Lebih anehnya lagi, lanjut Indra, mereka membuat spanduk yang berisi larangan politik uang. "Ternyata, siapa yang melakukan dan kita punya bukti mereka melakukan itu."

"Saya yakin, mungkin merekalah yang sibuk sana-sini menemui orang ini, orang itu agar mereka dibantu dan bisa saja ingin memberi suap. Seperti yang isukan tentang IKO," tambah Indra.

Tentang kegiatannya di Jakarta, Indra mengaku hanya berdiskusi bersama kuasa hukumnya mengenai persidangan di MK. "Diskusi sambil mengumpulkan alat bukti."

"Tidak ada ketemu orang ini, orang itu, seperti kebakaran jenggot," tegas Indra.

Ia juga menyayangkan salah satu media massa yang tidak menjalankan fungsi pers dan terlalu memojokkan dirinya. Bahkan, Indra berniat akan melaporkan media tersebut ke Bareskrim.

"Kalau saya nilai tak wajar, saya akan laporkan ke Bareskrim. Sebab, ini sudah keterlaluan," ujar Indra. Ia sudah mengecek oknum wartawan tersebut, ternyata tidak tergabung dengan organisasi yang diakui Dewan Pers. "Dewan Pers tidak bisa memproses pemberitaannya, makanya kita akan lapor ke Bareskrim," tambahnya.

Indra menilai, pihak tertentu sengaja membuat gerakan-gerakan di Jakarta untuk merusak kondisi Kuansing. Selain itu, ia juga menilai gerakan mahasiswa tersebut sarat dengan kepentingan.

"Saya rasa, mereka telah takut dengan kecurangan yang mereka lakukan, makanya melakukan berbagai cara untuk memecah konsentrasi. 'Tumbur tambar' bahasa orang Kuansingnya," tutup Indra sembari tersenyum.***