PEKANBARU – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Riau, Syamsurizal, meminta semua kader PPP yang ada di semua struktur kepengurusan untuk mulai berbenah agar tidak terjadi lagi 'kiamat kedua' bagi PPP di Pemilu 2024.

Juni tahun ini, lanjut Syamsurizal, tahapan Pemilu 2024 sudah dimulai. Jika tidak pembenahan, maka PPP terancam akan punah. Sehingga, diperlukan langkah konkret agar PPP bisa dapat suara lebih banyak daripada Pemilu 2019 lalu.

"Jangan terulang lagi kursi kita yang semula di DPR RI sebanyak 39 menjadi 19 kursi. Hilang lebih dari 50 persen," ujar Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini, saat memberikan kata sambutan pembukaan Musancab PPP Kota Pekanbaru, Minggu (13/3/2022).

Pemilu 2019 lalu, menurut Syamsurizal, ada pihak yang menyebutkan bahwa PPP adalah partai penista agama, yang haram hukumnya dipilih oleh ummat islam. Ini ditegaskan Syamsurizal sama sekali tidak benar.

"Isu ini berkembang di tengah masyarakat karena PPP mendukung salah seorang Capres tertentu," tuturnya.

Pun begitu, Syamsurizal menyebut ada hal yang harus menjadi catatan pada Pemilu 2019, yakni minimnya persiapan PPP secara kelembagaan. Dibuktikan dengan minimnya kesiapan saksi di TPS-TPS yang ada.

"Kedepan kita mesti punya strategi. Mengejar ketertinggalan untuk mengumpulkan suara. Kalau kita tak punya kekuatan di legislatif, kita tak bisa berbuat banyak untuk mewarnai APBN dan APBD dalam mewujudkan aspirasi masyarakat," terangnya.

"Makanya kita mesti berbuat dari sekarang, mempersiapkan elektoral sedini mungkin, kader harus terus memperkenalkan partai kita ke tengah masyarakat, apalagi di dunia digital sekarang," tutupnya. ***