JAKARTA, GORIAU.COM - Murahnya harga tandan sawit  (TBS) berdampak pada ekonomi masyarakat. Untuk itu, masyarakat sangat berharap pemerintah pusat maupun daerah bisa mencari solusinya dan jalan keluarnya.

Menanggapi hal ini, anggota DPR RI asal Riau Tabrani Maamun mengaku sudah berkoordinasi dengan komisi IV DPR RI yang membidanginya. Karena, tidak menutup kemungkinan, masyarakat Riau banyak berpenghasilan dengan perkebunan sawit.

"Saya sudah berkoordinasi dengan Komisi IV yang membidangi hal ini, karena ini bukan bidang saya," kata Tabrani Maamun usai menghadiri sidang paripurna DPR RI kemarin, Jakarta, Rabu (2/9/2015).

"Sebelumnya saya sudah turun ke kemasyarakat, salah satu keluhan masyarakat adalah murahnya harga sawit," ungkapnya.

Semua masyarakat mengeluh karena murahnya harga tandan sawit, upah untuk panennya saat ini perkilogram Rp.450, sementara harga sawit perkilogram Rp.350. Tentu Ini sungguh memperhatikan karena petani tidak dapat apa lagi. "Masyarakat sudah tidak dapat apa-apa, ini sungguh sangat memperhatikan," ungkapnya.

Untuk itu, Tabrani meminta pemerintah harus tangan untuk mencari solusi dan jalan keluar permasalahan ini. "Pemerintah harus turun tangan dan jangan diam saja, sebab permasalahan ini sangat berdampak buruk terhadap ekonomi masyarakat," ulasnya. (ari)