PEKANBARU, GORIAU.COM - Gubernur Riau HM Rusli Zainal mengaku miris dengan aksi pemukulan, yang dilakukan Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Hutan Dinas Kehutanan (Dishut) Riau, Said Nurjaya, terhadap seorang Guru SD Negeri 81 Pekanbaru, Hj Nurbaiti. Atas perbuatan bawahannya itu, Gubri meminta maaf kepada sang guru.
Permintaan maaf Gubri itu dilontarkannya di sela-sela perayaan Hari Ulang Tahun (HUT)-nya yang Ke-55, Senin (3/12/2012) malam, di SMKN I Pekanbaru. ''Atas nama Pemerintah Provinsi Riau, saya menyampaikan mohon maaf kepada Ibu Nurbaiti. Semoga, tidak ada lagi guru yang tersakiti," tutur Gubri.
Lebih jauh dikatakan Gubri, seharusnya tindakan pemukulan yang dilakukan bawahannya itu tidak mesti terjadi. Apalagi kata Gubri, guru merupakan orang yang paling berjasa dalam mendidik kader bangsa.
Seperti diketahui, Said dengan ringan tangannya telah melakukan penamparan terhadap Nurbaiti, beberapa waktu lalu. Said melakukan pemukulan itu, karena merasa anaknya dikasari oleh sang guru. Tidak hanya menampar, Said juga mengancam Nurbaiti dengan senjata api.
Atas tindakan Said itu, sang guru melaporkannya ke Mapolda Riau. Tidak hanya itu, gelombang aksi unjuk rasa dari para guru pun terjadi. Para guru melakukan aksi demo, menuntut Gubri mencopot bawahannya itu.
Tidak ingin masalah berlarut-larut, Gubri pun merespon permintaan para guru. Kini, masalah pemukulan itu sedang diproses di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau dan Inspektorat Riau. (rpc)