
TELUKKUANTAN – Festival pacu jalur Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau memikat wisatawan domestik hingga mancanegara lewat atraksi bocah cilik di haluan jalur yang disebut Togak Luan. Aksi tersebut tidaklah mudah. Bocah Togak Luan harus mampu menjaga keseimbangan disaat jalur melaju kencang. Terlebih, haluan jalur yang licin terkena percikan air.
Tak jarang mereka tergelincir dari haluan jalur dan tercebur ke Sungai Kuantan. Seperti yang dialami oleh Davi, si Togak Luan jalur Alam Cahayo Tuah Nagoghi PT RAPP dari Desa Sikakak, Kecamatan Cerenti pada Jumat (21/8/2026) sore di Tepian Narosa.
Pada putaran kedua festival pacu jalur nasional ini, Alam Cahayo Tuah Nagoghi ditantang oleh jalur Sangkiang Indah dari Desa Pasar Inuman. Sejak pancang start, Davi berusaha untuk berdiri memberikan semangat kepada anak pacu, namun dia terjatuh.
Meski tanpa Davi, jalur Alam Cahayo tetap melaju kencang dan berhasil meraih tiket ke putaran selanjutnya.
Sementara itu, si togak luan jalur Sari Jadi Gementar Alam PT RAPP dari Pulau Beralo, Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, sukses berdiri sepanjang perpacuan. Tariannya semakin unik, tatkala jalurnya unggul atas lawan yakni, Jitu Kuantan dari Inuman.
Aksi memukau juga ditunjukkan oleh Dhika, si togak luan jalur Tuah Koghi Dubalang Ghajo dari Kari, Kecamatan Kuantan Tengah. King aura farming ini menari di haluan jalurnya, mulai saat bendera merah jatuh, hingga garis finish. Sayang, jalurnya tidak mampu meraih tiket untuk melaju ke hari berikutnya.
Atraksi si togak luan ini menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan. Saat perpacuan berlangsung, puluhan konten kreator merekamnya. Hasilnya sangat luar biasa. Berkat si togak luan ini pula, pacu jalur mendunia lewat aura farming. Tahun lalu, wisatawan mancanegara berdatangan ke Kuansing untuk menyaksikan festival pacu jalur.***