
PEKANBARU – Dua periode kepemimpinan Firdaus-Ayat sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekanbaru, akan berakhir pada bulan Mei 2022 mendatang, belum banyak kebijakan yang lahir menyentuh kepentingan masyarakat.
Hal itu diutarakan oleh Aidil Haris, pakar komunikasi politik dari Universitas Muhammadiyah Riau. "Banyak program yang belum menyentuh kepada masyarakat," katanya, Jumat (4/3/2022).
Aidil menilai kinerja Firdaus-Ayat untuk penataan dan pemekaran wilayah cukup baik, termasuk dengan membangun komplek perkantoran yang ada di Kecamatan Tenayan Raya yang notabene Tenayan Raya bisa diibaratkan sebagai wilayah yang jarang tersentuh.
"Tapi itu juga program yang bersifat infrastruktur, sementara program yang menyentuh masyarakat sangat sedikit sekali. Masalah yang belum teratasi seperti banjir dan juga persampahan,'' bebernya.
Selanjutnya Aidil juga menyoroti cara komunikasi politik dari Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dibawah kepemimpinan Firdaus-Ayat, menurutnya komunikasi politik Firdaus-Ayat tidak terlalu baik sehingga memunculkan banyak konflik perang dingin dari Pemko Pekanbaru dan DPRD Pekanbaru.
"Terkait dengan Keua DPRD dan pengesahan Ranperda, ini juga mengalami gesekan antara eksekutif dan legislatif," tutupnya. ***