PEKANBARU – Ruas Jalan Bangau, tepatnya setelah Simpang Jalan Kamboja, terendam genangan air yang tak kunjung surut hingga Sabtu (14/3/2026) malam. Kondisi ini membuat badan jalan nyaris menyerupai sungai kecil meski hujan telah lama berhenti, sehingga kendaraan yang melintas terpaksa memperlambat laju.

Masalah utama genangan ini bersumber dari drainase yang tidak berfungsi akibat dipenuhi sedimentasi dan tumpukan sampah. Secara topografi, titik di Jalan Bangau tersebut menjadi area terendah dari aliran air di kawasan sekitarnya. Air dari arah Jalan HR Soebrantas dan ujung drainase kawasan Naga Sakti bermuara ke titik yang sama, menyebabkan debit air tertahan dan tidak bisa mengalir.

"Airnya seperti dipaksa berkumpul di sini. Mau ke mana lagi? Akhirnya menggenang terus," keluh seorang mahasiswa yang tinggal di sekitar lokasi, Yuni.

Dampak buruk dari drainase buntu ini langsung dirasakan warga setempat yang harus bersiaga setiap kali hujan turun. Pemilik rumah di kawasan tersebut, Andri, menyebutkan bahwa genangan air sudah beberapa kali masuk hingga ke kediaman warga. Sekitar sebulan lalu, rumahnya bahkan ikut kebanjiran akibat luapan air yang tak tertampung.

"Air masuk sampai ke teras rumah. Kalau hujan agak lama, kami sudah waswas," ungkapnya.

Genangan air yang mengendap berhari-hari kini berubah keruh dan memicu kekhawatiran warga terkait ancaman kesehatan lingkungan. Masyarakat takut genangan kotor tersebut menjadi sarang berkembang biaknya nyamuk pembawa penyakit.

Keluhan warga ini sebenarnya sudah berulang kali disampaikan kepada pemerintah. Petugas dari instansi terkait bahkan sudah pernah turun meninjau lokasi genangan, namun urung memberikan solusi konkret.

"Ini airnya tidak mengalir, jadi lama sekali surutnya. Nyamuk jadi banyak. Kami khawatir juga dengan penyakit," jelasnya.

"Memang pernah ada dari pihak PUPR datang lihat-lihat. Tapi sampai sekarang belum ada tindakan perbaikan yang nyata," tambahnya.

Penyelesaian menyeluruh dengan memperbaiki sistem aliran drainase kini menjadi desakan utama warga setempat. Persoalan serupa juga sebelumnya terjadi di ruas Jalan Bangau Sakti kawasan Panam yang tetap kerap terendam meski telah diperbaiki, sehingga efektivitas penanganan drainase di kawasan tersebut banyak dipertanyakan warga.

"Kalau cuma dibersihkan sedikit, nanti akan terulang lagi. Harus diperbaiki aliran drainasenya supaya air bisa keluar," pungkas Andri. ***