
BAGANSIAPIAPI, GORIAU.COM - Tidak hanya mahal, kelangkaan tabung gas elpiji sudah sangat terasa akhir-akhir ini bagi kalangan warga Desa Penipahan, Rokan Hilir, Riau. Saat ini, harga pertabung yang biasanya Rp 22 ribu, kini mencapai Rp 30 ribu.
Antony (35), warga Penipahan yang berprofesi pengusaha toko alat elektronik mengaku, sebagian besar pasokan tabung gas elpiji dip Penipahan berasal dari Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara. Karena stok terbatas, tidak heran jika tabung gas sudah sampai ke pelabuhan, dalam tempo satu jam sudah habis terjual.
Dikatakannya, kondisi ini sudah berlangsung hampir sebulan. Karena tidak sanggup lagi menanggung derita, akhirnya warga ramai ramai mendatangi Camat Pasir Limau Kapas. Mereka tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan dari camat yang hanya menyarankan kepada warga lebih baik membeli elpiji 3 Kg dengan harga mahal daripada tidak ada stok sama sekali.
''Pernah dua warga tidak dapat tabung gas. Mereka memelas kepada agen untuk mendapatkan tabung gas karena sudah dua hari tak memasak. Kalau masak pakai kayu bakar sudah tentu gunakan minyak tanah. Harga minyak sudah Rp 15 ribu perliter,'' kata Antony kepada GoRiau.com, Minggu (26/10/2014).
Saat ini, kata Antony, warga sangat berharap kepada Disperindag untuk memantau secara khusus kuota tabung gas elpiji di Desa Penipahan. Karena menurut mereka, tidak selamanya harus bergantung dengan pasokan tabung gas dari Sumut sedangkan Penipahan merupakan Wilayah Rohil, Riau. (amr)