
PASIRPENGARAIAN, GORIAU.COM - Ketua Fraksi Demokrat DPRD Rokan Hulu, Kelmi Amri SH, ikut bersuara soal keputusan pemerintah menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Senin (17/11/2014) dinihari tadi.
Menurutnya, kenaikan itu punya dampak multiflier effeck. "Harga-harga kebutuhan dasar masyarakat langsung merangkak naik," ujar Kelmi, Selasa (18/11/2014).
Baginya, keputusan ini merupakan tindakan yang tidak responsif, karena kenaikan itu masih dalam massa transisi pemerintahan baru dan di tengah harga produksi pertanian dan perkebunan masyarakat turun tajam.
"Eh, bukan malah membantu, di saat seperti itu pula pemerintah menaikkan harga BBM. Inilah yang saya sebut tidak responsif," tambah Wakil Ketua Komisi I DPRD Rokan Hulu ini.
Dengan keputusan ini pula, ia mengaku tidak lagi merasakan sesuatu yang hebat dari slogan-slogan peduli 'wong cilik' yang mereka agung-agungkan sejak tempo doloe.
Makanya, ia berani mengatakan ini kebijakan yang zholim bagi masyarakat, karena alasan kenaikan BBM, malah bertameng pada program atas nama kepentingan rakyat. Padahal sesungguhnya, kenaikan ini sudah mengorbankan rakyat. "Maka janganlah melakukan pembodohan-pembodohan dan pembohongan publik," ujarnya.
Ia juga yakin, kenaikan BBM ini, ikut berdampak negatif bagi dunia pendidikan di pedesaan, karena masyarakat pedesaan masih membayar uang sekolah yang katanya gratis. Di antara penyebabnya karena tidak ada suplai guru yang di biayai negara dan 80 persen guru masih berstatus honor komite.
"Praktis, naiknya harga minyak ini, para guru honor komite akan menuntut kenaikan honor yang juga bersumber dari masyarakat. Dampak buruk lainnya juga akan dirasakan langsung oleh para supir angkot dan tukang ojek serta beberapa profesi masyarakat lainnya," tambahnya. ***