PEKANBARU – Ruang Ballroom Hotel Aryaduta, Jalan Diponegoro, dipenuhi suasana hangat dan penuh semangat ketika Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Pekanbaru, Sulastri Agung, melantik pengurus baru Dekranasda Kota Pekanbaru, Kamis (4/12/2025). Momen ini menjadi titik awal bagi pengurus yang baru dikukuhkan untuk membawa energi segar dalam memajukan kerajinan dan kebudayaan khas Kota Bertuah.

Acara pelantikan berlangsung khidmat dengan kehadiran Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho SE MM, sebagai Pembina Dekranasda, Pj Sekdako Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut, perwakilan Ketua Dekranasda Provinsi Riau, staf ahli, para kepala OPD, camat beserta para istri, serta seluruh pengurus yang dilantik. Kehadiran para pejabat lintas sektor ini menunjukkan bahwa pengembangan kerajinan lokal bukan hanya urusan organisasi, tetapi menjadi agenda pembangunan kota.

GoRiau

Dalam sambutannya, Sulastri tidak menyembunyikan rasa syukur dan kebanggaannya. Ia menilai bahwa terbentuknya kepengurusan resmi merupakan fondasi yang sudah lama dinantikan agar Dekranasda dapat bergerak lebih terarah, profesional, dan progresif.
“Alhamdulillah, para pengurus sudah dilantik dari berbagai latar belakang dan gelar pendidikan. Semoga ini menjadikan Dekranasda lebih kreatif, kompak, maju dalam berkarya,” ujarnya dengan penuh optimisme.

Ia menekankan bahwa Dekranasda memegang peran strategis sebagai barometer kemajuan kebudayaan dan kerajinan tangan Kota Pekanbaru. Berbagai elemen budaya, mulai dari motif tradisional hingga karya kriya modern, mendapatkan ruang promosi melalui Dekranasda. Karena itu, keberadaan pengurus baru harus menjadi momentum untuk memperkuat identitas seni budaya daerah.

Sulastri juga menyampaikan kebutuhan penting yang kini menjadi perhatian organisasi, yaitu pengoptimalan gedung Dekranasda. Menurutnya, gedung tersebut harus difungsikan secara penuh sebagai pusat kegiatan, ruang produksi, dan ruang pameran kerajinan lokal.

GoRiau

“Gedung Dekranasda sudah ditetapkan. Kami mohon agar gedung itu secara fisik benar-benar sepenuhnya milik Dekranasda Kota Pekanbaru. Karena banyak kegiatan yang bisa kami lakukan,” jelasnya.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa Dekranasda bukan sekadar organisasi pendamping pemerintah. Organisasi ini harus bertransformasi menjadi wadah yang responsif, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman, dengan dukungan penuh dari pemerintah kota.
“Dengan bantuan Pemko Pekanbaru kita harus fokus agar Dekranasda Pekanbaru lebih baik dari sebelumnya,” kata Sulastri.

Menanggapi harapan tersebut, Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menegaskan komitmennya untuk menyediakan fasilitas terbaik bagi Dekranasda. Ia menyampaikan bahwa pengembangan kerajinan lokal merupakan bagian dari strategi besar Pemko Pekanbaru dalam meningkatkan ekonomi kreatif dan memperkuat identitas budaya daerah.
“Insya Allah mengenai gedung kita juga sudah berkomitmen. Karena bagi Pemko Pekanbaru, Dekranasda adalah motor penggerak kerajinan daerah dan jembatan untuk mengangkat produk lokal agar bernilai saing di kancah nasional dan internasional,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan para perajin sangat penting untuk mendorong lahirnya produk lokal yang inovatif, berkualitas, dan mampu bersaing di pasar lebih luas. Pelantikan pengurus baru ini, lanjutnya, harus menjadi momentum untuk membangun Dekranasda yang lebih aktif, modern, dan inklusif.

Pelantikan ini juga menjadi ruang bertukar gagasan antara pengurus baru dan para pemangku kepentingan. Banyak harapan besar dititipkan untuk membangkitkan gairah kerajinan Pekanbaru, mulai dari pengembangan pasar, pelatihan, hingga festival budaya. Dengan semangat baru, Dekranasda diharapkan mampu memperkuat posisi Pekanbaru sebagai pusat kreativitas dan budaya di Provinsi Riau. (adv)