PEKANBARU – Gerakan Pangan Murah melalui program Toko Pengendalian Inflasi Pangan Keliling (TOPLING) yang digelar BUMD PT Riau Pangan Bertuah (RPB) di Pekanbaru, Sabtu (23/5/2026), tidak hanya menawarkan bahan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga menghadirkan suasana meriah lewat perlombaan anak-anak.

Kegiatan yang berlangsung di halaman TOPAN Swalayan, Jalan Melati, Komplek Royal Platinum II, Pekanbaru, itu dipadukan dengan lomba mewarnai dan fashion show busana Nusantara tingkat taman kanak-kanak (TK).

Puluhan anak bersama orangtua tampak memadati lokasi acara. Sekitar 50 peserta mengikuti lomba mewarnai bertema Hari Pendidikan Nasional dengan antusias, sementara 15 peserta lainnya tampil dalam fashion show mengenakan beragam pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.

Di tengah kemeriahan acara, masyarakat juga memanfaatkan pasar murah yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Direktur PT Riau Pangan Bertuah, Ade Putra Daulay, mengatakan konsep kegiatan sengaja dirancang untuk menghadirkan ruang belanja murah yang sekaligus ramah keluarga.

“Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya berbelanja kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga dapat menikmati suasana edukatif dan hiburan keluarga,” kata Ade.

Berbagai komoditas dijual dalam kegiatan tersebut, antara lain beras SPHP, beras Anak Daro, beras Benteng, minyak goreng, gula, telur ayam, cabai merah, bawang merah, bawang putih, hingga cabai rawit.

Sejumlah bahan pangan dipasarkan dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar. Cabai merah yang di pasaran mencapai sekitar Rp 45.000 per kilogram dijual Rp 35.000 per kilogram. Bawang merah dijual Rp 35.000 per kilogram dari harga pasar sekitar Rp 40.000 per kilogram. Adapun minyak goreng Minyakita dijual Rp 15.500 per liter.

Menurut Ade, kegiatan operasi pangan murah itu merupakan bagian dari upaya menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok menjelang momentum hari besar keagamaan. Sebelumnya, program serupa juga telah digelar di sejumlah daerah di Riau, termasuk Kabupaten Rokan Hulu dan Kabupaten Indragiri Hulu.

Ia berharap kegiatan pasar murah yang dipadukan dengan perlombaan anak dapat memberi manfaat ganda, yakni membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menjadi wadah pengembangan kreativitas anak sejak usia dini.

“Kami ingin kegiatan ini turut melahirkan generasi yang kreatif, unggul, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujar Ade. ***