
SELATPANJANG – Keterbatasan kuota penukaran uang pecahan baru jelang Idul Fitri 2026 di Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi perhatian serius pihak perbankan. BRK Syariah Cabang Selatpanjang mengungkapkan bahwa jatah penukaran yang diberikan tahun ini sangat terbatas dan harus melalui sistem pendaftaran daring yang ditetapkan Bank Indonesia.
Branch Manager BRK Syariah Cabang Selatpanjang, Wiwin Syahputra, menjelaskan bahwa kebijakan penukaran sepenuhnya mengikuti aturan Bank Indonesia pusat. Untuk wilayah Kepulauan Meranti, hanya dua bank yang ditunjuk melayani penukaran, yakni BRI dan BRK Syariah, dengan sistem pendaftaran melalui situs pintar.bi.go.id.
"Memang tahun ini BI untuk penukaran duit terbatas dan untuk Meranti ditunjuk 2 bank yakni BRI dan BRK Syariah dan tiap penukaran melalui website Pintar dan dikasi kuota untuk masing-masing kabupaten. Pendaftaran di website Pintar dalam 1 hari habis kuota untuk Riau termasuk Kabupaten Kepulauan Meranti," jelas Wiwin kepada GoRiau.com, Kamis (5/3/2026)
Ia merinci, kuota yang diberikan untuk Meranti masing-masing 200 nasabah di BRK Syariah dan 200 nasabah di BRI. Setiap nasabah dapat menukar uang hingga nominal Rp 5.300.000 dengan pecahan Rp 50 ribu, Rp 20 ribu, Rp 10 ribu, Rp 5 ribu, Rp 2 ribu, dan Rp 1 ribu.
Menurut Wiwin, penukaran resmi dibuka pada 27 Februari 2026 dan langsung diserbu masyarakat hingga kuota habis dalam satu hari untuk seluruh wilayah Riau. Hampir seluruh slot yang tersedia telah dimanfaatkan nasabah.
"Nasabah yang melakukan penukaran dengan kuota hampir maksimal, kalau pun ada paling sedikit," ujarnya.
Ia menambahkan, skema pendaftaran online dengan kuota ketat seperti ini merupakan pengalaman pertama di Meranti. Dengan jumlah nasabah BRK Syariah yang mencapai puluhan ribu orang, kuota 200 penukar dinilai belum mampu mengakomodasi tingginya kebutuhan masyarakat menjelang lebaran.
"Baru pertama kali dan kita butuh lebih banyak kuota lagi biar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat," tambahnya.
Sebelumya, sejumlah warga mengaku kecewa karena tidak kebagian slot penukaran. Mereka menyebut kesulitan mengakses laman pendaftaran, sementara saat mendatangi bank secara langsung tetap diarahkan untuk mendaftar melalui sistem online.
"Kalau datang ke bank katanya tidak ada. Lewat aplikasi yang disediakan BI juga gangguan terus,” ungkap salah seorang warga.
Kondisi ini membuat tradisi berbagi THR dengan uang pecahan baru di Meranti tahun ini tidak berjalan semulus tahun-tahun sebelumnya. Warga berharap kedepan kuota penukaran dapat ditambah atau mekanisme dipermudah agar kebutuhan masyarakat menjelang Idul Fitri dapat terpenuhi dengan lebih baik. ***