PEKANBARU, GORIAU.COM - Kejadian sadis kembali terjadi di Pekanbaru. Kali ini, korbannya adalah anggota Polresta Pekanbaru, Briptu Joko Fabianto. Joko dianiaya, ditusuk dengan tombak dan samurai serta sempat ditembak namun tidak kena.

Peristiwa penganiayaan ini terjadi Senin (12/11/2012). Awalnya, Joko yang masih berusia 28 tahun ini diajak ketemu oleh seorang kawan yang juga anggota kepolisian di Jalan Kertama, Pekanbaru. Saat ketemu, ternyata teman tersebut tidak sendiri, mereka berjumlah delapan orang yaitu tiga polisi, empat tentara dan satu warga sipil.

Begitu jumpa, Joko langsung ditusuk senjata tajam jenis samurai dan dilemparkan ke mobil yang sudah standby di dekat korban. Di dalam mobil, Joko terus dianiaya dan ditusuk dengan samurai dan tombak. Setelah tak berdaya, dan dikira mati, Joko langsung dibawa ke arah Kubang, dan sesampainya di sebuah danau kecil, korban dibuang.

Untungnya, Joko ternyata masih hidup, Joko ketepi dan naik ke darat, lalu mampir di sebuah mesjid. Warga yang menemukannya lantas memberikan pertolongan dan membawa korban ke RS Bhayangkara Pekanbaru. Saat ini korban masih mendapat perawatan intensif dari tim dokter.

Sementara itu, Kapolresta Pekanbaru Adang Ginanjar kepada wartawan, Selasa (13/11/2012) mengatakan, Polres sudah menangkap tiga dari delapan pelaku. Ketiga pelaku yang ditangkap merupakan anggota kepolisian. ''Saat ini kami sedang mengejar lima pelaku lainnya yaitu empat onkum TNI dan satu warga sipil,'' jelasnya. (kwt)