
PEKANBARU – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi kemunculan tiga titik panas atau hotspot di Provinsi Riau. Ketiga titik yang menjadi indikator awal kebakaran hutan dan lahan tersebut terpantau masing-masing di Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Indragiri Hulu, dan Kabupaten Pelalawan.
Angka hotspot di Riau ini tergolong rendah dibandingkan wilayah tetangga, sekaligus menjadi bagian dari 219 titik panas yang mengepung Pulau Sumatera. Provinsi Sumatera Selatan mencatatkan angka tertinggi dengan 60 titik panas, disusul Aceh 39 titik, Jambi 30 titik, Bengkulu 25 titik, dan Bangka Belitung 24 titik.
BMKG terus mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan meski jumlah hotspot di Riau tergolong minim. Pemantauan informasi cuaca sangat disarankan di tengah suhu udara Riau yang menyentuh angka 23 hingga 35 derajat Celsius.
"Secara umum kondisi cuaca di Riau pagi hingga siang hari didominasi cerah berawan hingga berawan," papar Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Alfa Nataris, Jumat (29/5/2026).
Meskipun cuaca cenderung terik di siang hari, potensi hujan belum sepenuhnya hilang. BMKG mencatat hujan ringan hingga sedang terjadi di Kabupaten Kepulauan Meranti dan Kabupaten Indragiri Hilir saat pagi hari.
Menjelang sore, guyuran hujan intensitas ringan diprediksi melanda Kabupaten Rokan Hulu dan Kabupaten Kampar. Sementara malam hingga dini hari, potensi hujan merata melintasi Kabupaten Rokan Hilir, Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Indragiri Hulu, dan Kabupaten Indragiri Hilir. ***