
TELUKMERANTI, GORIAU.COM - Jika tak ada aral melintang, Sabtu (29/9/2012) besok pagi, Akademi Komunitas Negeri Pelalawan (AKNP) diresmikan Bupati Pelalawan HM Harris. Peresmian AKNP dibarengi dengan kuliah umum yang disampaikan langsung oleh Head of Diagnostics Research Group UTM Prof Ir Ing Eko Suproyanto, Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Dikti, Dr Ahmad Jazidie M.Eng dan Prof Dr Ir T Dahril M.Sc sebagai Ketua Yayasan Amanah Pelalawan sekaligus tokoh pendidikan Riau.
Direktur AKNP Pelalawan, Syafi'i M.Si kepada wartawan, Jumat (28/9/2012) mengatakan, sejak Rabu lalu AKNP telah melakukan Kegiatan Pengenalan Akademi (KPA) bagi para calon mahasiswa dan mahasiswi.
Acara launching ini akan diikuti dengan kuliah umum perdana bagi para mahasiswa baru dengan tema ''Dukungan Perguruan Tinggi terhadap Teknopolitan dan Industri di Kabupaten Pelalawan''.
Disebutkan, Akademi Komunitas (AK) merupakan program pemerintah pusat yang harus didukung oleh pemerintah daerah. Dan AK juga sudah diresmikan 9 September lalu di Pacitan oleh Presiden SBY. Peresmian oleh Presiden tersebut dilakukan secara simbolisasi peresmian untuk AK di daerah-daerah lain.
''AKNP sangat diperlukan bagi daerah ini dan ini dibuktikan dengan membludaknya masyarakat lulusan SMA/SMK yang mendaftar di AKNP. Tahun pertama AKNP hanya menerima 75 mahasiswa dengan tiga jurusan,'' jelasnya. Adapun tiga jurusan tersebut adalah Agro Tehnologi, Elektro Industri dan Tehnik Informatika dengan jenjang Diploma 2. Dan masing-masing jurusan hanya diisi oleh 25 mahasiswa saja.
Dari 75 mahasiswa tersebut, nantinya 15 orang mahasiswa terbaik akan diarahkan untuk melanjutkan ke Sekolah Tinggi Tekhnologi Pelalawan. Sementara sisanya, sebanyak 65 orang akan langsung disalurkan ke perusahaan-perusahaan.
Selain itu, dalam waktu dekat usai peresmian AKNP juga akan diluncurkan program industri asuh bagi para mahasiswa di AKNP. Program ini dimaksudkan agar para lulusan di AKNP dapat benar-benar menyerap ilmu yang didapat dari sekolah ini. Pasalnya, sebagai syarat wisuda di AKNP ini maka seorang mahasiswa harus memenuhi empat kriteria. Empat kriteria itu diantaranya beban Satuan Kredit Studi (SKS), magang dan Tugas Akhir (TA) yang harus dipenuhi dan minimal mahasiswa sudah tahun 1 tahun kontrak dengan perusahaan yang telah MoU dengan AKNP.
Secara Kepala Dinas Pendidikan Pelalawan, MD Rizal M.Pd, saat dikonfirmasi terkait hal ini mengatakan, peresmian AKNP akan dilangsungkan bersamaan dengan kuliah umum yang diberikan oleh Prof Eko Suproyanto. Menurutnya, keberadaan AKNP di daerah ini patut diapresiasi oleh masyarakat Kabupaten Pelalawan.
AKNP juga telah bekerjasama dengan 18 perusahaan yang ada di Pelalawan dengan harapan lulusannya akan langsung disalurkan ke perusahaan-perusahaan yang telah menjalin MoU dengan AKNP. Karenanya, seleksi masuk AKNP pun sangat ketat karena output yang dihasilkannya pun harus berkualitas.
''Kita tentunya sangat berterima kasih kepada Pak Bupati yang telah mendukung penuh berdirinya AKNP Pelalawan begitu juga tokoh masyarakat, tokoh pendidik Riau, legislatif dan pihak lainnya yang telah memberikan motivasi secara kontinyu,'' ucap MD Rizal.
Seperti diketahui, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh telah meletakkan batu pertama pembangunan Akademi Komunitas di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur pada Minggu (9/9/2012) lalu sebagai tanda dimulainya pembangunan 20 AK di Indonesia. Akademi senilai Rp50 miliar ini merupakan pengembangan dari SMK yang didesain sebagai SMK model atau percontohan.
''Tahun ini bagian dari realisasi pelaksanaan UU No. 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi. Kami membangun sebanyak 20 Akademi Komunitas,'' ujar Menteri Nuh. Dalam Pasal 59 ayat 7, akademi komunitas didefinisikan sebagai perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan vokasi setingkat diploma satu dan/atau diploma dua dalam satu atau beberapa cabang ilmu pengetahuan dan/atau teknologi tertentu yang berbasis keunggulan lokal atau untuk memenuhi kebutuhan khusus.
Hadir dalam acara tersebut Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Hamid Muhammad, Direktur Kelembagaan Ditjen Pendidikan Tinggi Achmad Jazidie, Direktur SMK Anang Tjahjono, Rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Triyogi Yuwono, dan Rektor Universitas Negeri Surabaya, Muchlas Samani. Sementara dari jajaran Pemerintah Kabupaten Pacitan, hadir Bupati Pacitan, Kepala Dinas Pendidikan, dan unsur SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) lainnya.
Dalam sambutannya Mendikbud menjelaskan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam Rapat Kabinet Terbatas bidang Pendidikan, di Kemdikbud, 31 Juli 2012 lalu menyambut baik akademi komunitas. ''Inilah implementasi dari UU Dikti yang diharapkan akan dapat berkontribusi positif bagi peningkatan keterampilan tenaga kerja terdidik, sekaligus meningkatkan APK pendidikan tinggi,'' katanya.
Kehadiran AK adalah salah satu semangat yang menjiwai UU Pendidikan Tinggi berkait dengan kesetaraan; penguatan pendidikan vokasi; dan keutuhan jenjang pendidikan. Serta keterjangkauan. ''Itu sebabnya, untuk lokasi pendirian AK dipilih beberapa daerah dengan kriteria antara lain; daerah yang selama ini menjadi pemasok TKI, dan daerah dengan sumber daya alam melimpah dan belum termanfaatkan dengan baik. Kita berharap melalui AK ke depan struktur angkatan kerja akan berubah, berada di kelompok menengah. Ini sejalan dengan pelaksanaan PMU,'' katanya waktu itu.
AK bertujuan sebagai penguatan pendidikan vokasi dan mendongkrak Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi. Masing-masing mahasiswa yang selesai menempuh program pendidikan ini akan mendapat gelar setara dengan D1 atau D2.
Selain Kabupaten Pacitan, Kabupaten/kota yang akan menjadi lokasi pendirian AK Negeri itu adalah Kabupaten Kerom, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Muko-muko, Kota Blitar, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Aceh Barat, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Lampung Tengah, Kabupaten Situ Bondo, Kabupaten Rejong Lebong, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Kolaka, Kabupaten Tanah Datar, Kota Mataram, Kota Prabu Mulih, Kabupaten Tuban dan terakhir Pelalawan.
Nuh juga menjelaskan bahwa AK harus diimbangi dengan pembiayaan yang murah dan terjangkau oleh setiap mahasiswa. Pasalnya, AK merupakan lembaga pendidikan tinggi alternatif untuk para siswa yang lulus dari sekolah setingkat SMA. Biaya kuliah di AK dijamin akan lebih murah dan lebih terjangkau dibandingkan dengan politeknik. Menurut dia, semua itu harus diimbangi dengan investasi pemerintah yang lebih besar. AK terintegrasi dengan digelontorkannya Bantuan Operasional Sekolah jenjang SMA (BOSM). Di mana para siswa lulusan jenjang SMA akan memiliki alternatif lain untuk mengecap pendidikan tinggi. (kst)