PEKANBARU – Polda Riau mengambil langkah nyata dalam menjamin keselamatan masyarakat melalui pembentukan Satgas Darurat Pembangunan Jembatan. Program ini menargetkan pembangunan dan renovasi 26 jembatan di berbagai wilayah Provinsi Riau guna memulihkan akses pendidikan serta ekonomi warga di daerah terpencil.

Wakapolda Riau, Hengki Haryadi menjelaskan, inisiatif ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit yang diimplementasikan oleh Kapolda Riau, Herry Heryawan. Satgas bekerja dengan sistem jemput bola melalui verifikasi dan survei langsung di lapangan.

"Satgas Jembatan ini bekerja dengan pendekatan bottom-up. Kami berkolaborasi bersama masyarakat untuk memverifikasi, mensurvei, dan melakukan asesmen jembatan-jembatan yang benar-benar dibutuhkan. Karena di Riau, jembatan bukan hanya penghubung wilayah, tetapi penghubung hidup masyarakat," ujar Hengki saat jumpa pers di Mapolda Riau, Selasa (27/1/2026).

Hengki menyoroti kondisi memprihatinkan di Dusun Sumulur, Kabupaten Kepulauan Meranti. Di sana, anak-anak sekolah harus melintasi jembatan rusak di atas sungai pasang surut yang dihuni buaya. Kondisi ekstrem tersebut menjadi alasan kuat mengapa intervensi kepolisian sangat mendesak dilakukan.

"Di depan sekolah ada sungai, dan di sana sering terlihat buaya. Bahkan ada tulisan imbauan ‘awas ada buaya’. Bayangkan anak-anak harus melewati jembatan rusak dengan kondisi seperti itu hanya untuk bersekolah. Ini bukan cerita, ini fakta lapangan," ungkapnya.

Berdasarkan hasil asesmen, Polda Riau akan menangani 17 jembatan baru dan 9 jembatan renovasi dengan total panjang mencapai 700 meter. Sebanyak 250 personel dari Satuan Brimob, Ditpolairud, Ditsamapta, serta jajaran Polres dikerahkan untuk bekerja langsung di lapangan.

Pembangunan ini mengusung konsep gotong royong dengan skema pendanaan Corporate Social Responsibility (CSR) dari dunia usaha. Melalui kolaborasi lintas sektor atau pentahelix, proyek ini diharapkan rampung dalam kurun waktu satu bulan ke depan agar segera bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

"Melalui Polri, negara hadir untuk memastikan masyarakat bisa hidup, belajar, dan beraktivitas dengan aman. Ini adalah kerja kemanusiaan yang kita lakukan bersama," tegas Hengki. ***