
PEKANBARU, GORIAU.COM - Selalu disalahkan asal ada banjir di Pekanbaru, teryata membuat Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pekanbaru, Azmi nyeletuk. ''Bagaimana tidak banjir dan tergenang terus, anggaran penanganannya selalu berkurang setiap tahun''.
Penyataan itu spontan disampaikannya kepada wartawan yang mempertanyakan penanggulangan banjir di Pekanbaru yang terjadi sejak Minggu (17/2/2013) pagi. Dia juga mengakui, saat terjadi hujan lebat, maka di beberapa titik kota Pekanbaru akan mengalami banjir.
Banjir lebih disebabkan tidak berfungsinya tata kelola air karena adanya drainase yang tersumbat, terputus, rusak dan lain-lain. Untuk mengaktifkannya perlu keterlibatan dan kesadaran seluruh masyarakat dan juga dukungan anggaran untuk perbaikan dan pembangunan drainase.
''Anggaran untuk penanganan genangan air (banjir,red) setiap tahunnya selalu berkurang, kondisi ini sudah berlangsung sejak 2009. Baru tahun 2013 ini mengalami peningkatan,'' ujarnya.
Dikatakan, sebenarnya banjir di Pekanbaru sudah masalah kota ini beberapa tahun terakhir. Tetapi, karena Dinas PU Pekanbaru yang terus dipersalahkan dalam masalah adanya genangan air pada sejumlah ruas jalan, PU terpaksa mengunngkapkan apa adanya. ''Tahun tahun-tahun sebelumnya sangat rendah, baru tahun ini dianggarkan Rp8 miliar, sedang tahun 2012 lalu hanya Rp3,7 miliar," katanya.
Pekanbaru Kebanjiran
Sementara itu, pantuan Minggu (17/2/2013) tadi, sejumlah ruas jalan di Pekanbaru mengalami kebanjiran karena hujan yang melanda beberapa hari ini. Di beberapa titik, banyak terdapat genangannya air sehingga kondisi ini tidak urung membuat pengguna kendaraan roda dua itu jadi terganggu. Sebab ada kendaraan yang mati seketika berada di genangan. Titik genangan air juaga terpantau itu di Jalan KH Nasution, tepatnya di depan Kampus Universitas Islam Riau, di depan Kantor KUA Marpoyan Damai, dan depan Planet Swalayan. Sedangkan Jalan Sudirman sekitaran lampu merah Simpang Tiga, depan RS Awal Bros, Ramayana. Tabek Gadang di Panam. Jalan Pepaya Matahari. (rdi)