
PEKANBARU – Atlet dan pelatih asal Kota Pekanbaru yang bergabung dalam kontingen Riau pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 di Papua lalu menagih janji Walikota Pekanbaru, Firdaus.
Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru berjanji akan memberikan bonus bagi atlet asal Pekanbaru yang sukses membawa pulang medali PON Papua ke Pekanbaru.
Pelatih Senam Riau, Ahmad Markos mengatakan, sebelumnya akan diberikan pada bulan Februari lalu.
"Saya hanya menagih janji Walikota dan janji ketua KONI Pekanbaru. Katanya bulan Februari (dibayarkan) tapi nyatanya sudah bulan tiga, tidak ada berita, tidak ada kabar, kan wajar kita menanyakan hal itu," ujar Markos, Jumat (25/3/2022).
Kontingen Riau masuk di jajaran 8 besar nasional dengan mengumpulkan 21 medali emas, 25 perak dan 21 perunggu. Dari torehan tersebut, atlet Pekanbaru yang memperkuat Riau di PON, menyumbangkan 8 medali emas, 9 perak dan 9 perunggu, dari 19 atlet di 10 cabang olahraga.
Bonus bagi peraih prestasi PON Papua dianggarkan pada APBD tahun 2022. Untuk besarannya, peraih medali emas Rp75 juta, perak Rp 40 juta, serta perunggu Rp25 juta.
"Jangan sampai atlet pergi atau mutasi ke daerah lain baru dipermasalahkan, dilaporkan, sementara mereka (pemerintah) tidak berbuat apa-apa," tutupnya. ***