JAKARTA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti kembali melobi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk melanjutkan program perbaikan infrastruktur pendidikan pada tahun 2027. Bupati Kepulauan Meranti, Asmar memimpin langsung audiensi bersama Direktorat Jenderal PAUD dan Dikdasmen di Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Dalam pertemuan yang difasilitasi Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Riau tersebut, Pemkab Kepulauan Meranti memaparkan kondisi terkini infrastruktur belajar mengajar di wilayah kepulauan terluar. Selain meminta kelanjutan revitalisasi fisik, daerah juga mengajukan rencana pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT).

Gagasan SNT ini rencananya akan dipusatkan di Kecamatan Rangsang melalui skema konsolidasi institusi. Meski demikian, rencana ini masih terganjal aturan teknis terkait penyediaan lahan minimum yang diwajibkan oleh pemerintah pusat.

Asmar menjelaskan bahwa pemerintah daerah sedang mengupayakan solusi terbaik untuk memenuhi prasyarat pembangunan SNT, terutama kewajiban menyediakan lahan minimal seluas 20 hektare. Pihaknya terus berkoordinasi dengan kementerian agar ada kebijakan khusus atau penyesuaian yang mempertimbangkan keterbatasan ketersediaan lahan hamparan luas di wilayah kepulauan.

Di luar kendala tersebut, Asmar memberikan apresiasi kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto atas perhatian nyata terhadap daerah pesisir Riau. Program revitalisasi sebelumnya dinilai telah memberikan dampak langsung bagi kelancaran aktivitas belajar para siswa.

"Kami menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas perhatian dan dukungan yang telah diberikan kepada Kabupaten Kepulauan Meranti," tuturnya.

"Kami berharap program ini dapat terus berlanjut pada 2027 dan menjangkau lebih banyak sekolah," harapnya. ***