
PEKANBARU – Seperti biasa, setiap memasuki bulan suci Ramadhan hingga perayaan hari raya Idul Fitri, Kota Pekanbaru mendadak dipenuhi gembel dan pengemis atau biasa disebut Gepeng.
Para Gepeng ini biasanya meninggalkan lampu merah dengan mendatangi rumah ke rumah, tempat keramaian termasuk juga di tempat kuliner. Dan di bulan Ramadhan nanti diprediksi lonjakan Gepeng kembali terjadi.
Dari itu, Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru, Aidil Amri meminta tim yustisi yang terdiri dari Dinas Sosial (Dissos) dan Satpol PP Pekanbaru untuk gencar melakukan razia.
"Sudah menjadi tradisi juga bagi gepeng di bulan Ramadhan, mereka berbondong-bondong turun ke jalan dengan berbagai modus. Ironisnya lagi, banyak anak-anak di bawah umur. Ini tolong ditertibkan," kata Aidil Amri, Jumat (25/3/2022).
Menurut Aidil Amri, penertiban Gepeng bisa dilakukan secara masif jika tim yustisi mau bekerja. Apalagi Gepeng merupakan tanggungjawab dan tupoksi Dissos dan Satpol PP.
Terlebih lagi cara kerja Gepeng di Pekanbaru sangat terstruktur dan jarang dilakukan oleh satu ataupun dua orang, selama ini penertiban yang dilakukan hanyalah sekedar melakukan pendataan.
"Dissos dan Tim Yustisi jangan mau kalah dengan strategi gepeng ini. Meski banyak orang bilang bahwa gepeng ini punya beking dan induk semang, wajib ditertibkan. Karena hal ini ada regulasi yang mengaturnya. Jadi, jangan gentar," tegasnya.
Aidil Amri juga menghimbau agar masyarakat tidak memberikan uang atau apapun kepada Gepeng karena sudah ada peraturan daerah yang melarang akan hal itu, masyarakat diminta untuk menyalurkan sumbangan ke rumah-rumah ibadah, panti asuhan maupun lembaga sosial lainnya.
"Yang jelas, kami minta kepada Dissos dan Tim Yustisi, razia secara kontineu gepeng ini di lampu merah. Ingat, jangan hanya seremoni," tutupnya. ***