PEKANBARU - Ratusan massa dari Mahasiswa Unri dan Askar Theking yang mengatasnamakan diri Pemuda Riau, mendesak panitia lokal untuk menggaransi, supaya tidak adalagi kerusuhan yang dilakukan peserta kongres XXIX HMI, di Pekanbaru, Riau.

Desakan itu, disampaikan langsung oleh dua orang perwakilan massa Pemuda Riau, kepada Ketua Panitia Lokal kongres HMI, Ahmad, Selasa (24/11/2015) dinihari, dalam pertemuan di Hotel Green, Jalan Arifin Achmad Pekanbaru.

Kepada massa Pemuda Riau, panitia lokal kongres berjanji akan memaksimalkan upaya, khususnya menertibkan para peserta, yang dalam beberapa hari ini menyita perhatian, dengan ulah anarkis mereka, khususnya peserta pendatang dari luar kota.

"Jangan sampai ada lagi ribut-ribut di tanah Riau. Apalagi ada orang luar bawa badik di kampung kita ini. Kami minta panitia bisa menjamin tidak ada adalagi teror untuk masyarakat umum. Kami kesini hanya meminta kepastian, apa pihak panitia bisa menggaransi hal tersebut," ujar perwakilan Pemuda Riau, Ade Arnas.

Satu hal lagi yang membuat jengkel massa, lantaran ditemukannya seorang panitia pria, berada di satu kamar yang sama dengan beberapa orang panitia wanita. "Kami tidak mengatakan mereka berbuat apa-apa, cuma kurang pantas jika berperilaku seperti itu. Tolong dikontrol semua anggota," sambungnya.

Menjawab ini, ketua panitia lokal, Ahmad, berdalih kalau insiden-insiden yang terjadi merupakan di luar skenario mereka. "Ini di luar skenario. Massa dari luar kota datang lebih awal dari waktu yang semestinya, dan membuat kami kelabakan mencari tempat menginap," jabarnya.

Pihaknya juga mengaku kecolongan dengan beberapa kasus kerusuhan dalam dua hari belakangan, sehingga banyak dikecam oleh masyarakat Riau, khususnya Pekanbaru. "Kami akui kalau kami kecolongan. Namun kami berjanji dan akan berusaha keras, supaya jalannya kongres dapat kondusif dan tidak meresahkan masyarakat," tukasnya.

Setelah hampir satu jam berdialog, ratusan massa Pemuda Riau akhirnya sepakat dan memegang janji panitia, bahwa berikutnya, tidak ada lagi muncul keributan-keributan, yang membuat warga resah. Usai itu, massa membubarkan diri dengan tertib dari kawasan Hotel Green. ***