
BAGANSIAPIAPI, GORIAU.COM - Sengketa tapal batas sangat sensitif dan perlu mendapat perhatian serius oleh pemerintah. Apalagi akhir-akhir ini sering terjadi konflik antar masyarakat. Terlebih lagi dalam memperebutkan kawasan lahan.
''Persoalan tapal batas harus ditangani dengan baik. Patok perbatasan harus diawasi jangan sampai berpindah,'' kata Wakil Ketua DPRD Rohil, Abdul Kosim,SE kepada GoRiau.com, Jumat (12/7/2015).
Akos, sapaan akrab politisi Gerindra ini mengungkapkan, tidak jelasnya tapal batas, sering dimanfaatkan masyarakat yang berada di lingkungan itu untuk melakukan praktek illegal logging serta klaim kawasan lahan. Kalau ini terjadi, Ujung-ujungnya akan menyebabkan degradasi hutan akibat pembabatan liar.
Menurutnya, kawasan perbatasan juga identik dengan kemiskinan. Penyebabnya karena infrastruktur kurang memadai mengingat tidak ada kejelasan mengenai tapal batas. Sehingga pembangunannya kurang mendapat perhatian pemerintah terutama menggerakkan perekonomian masyarakat diperbatasan.
''Badan pengelola perbatasan harus terjun ke lapangan. Sebenarnya banyak potensi yang bisa digali di wilayah perbatasan. Kita tidak menginginkan kawasan perbatasan dijadikan kepentingan antar daerah untuk kawasan perkebunan yang menguntungkan pihak-pihak tertentu,'' cetusnya. (amr)