
BENGKALIS, GORIAU.COM - Pasang besar meredam badan jalan di sejumlah wilayah jalur lintas Bengkalis-Sekodi sejak tiga hari terakhir ini. Terparah terjadi di Desa Kelemantan, sejumlah warga tidak dapat keluar rumah untuk beraktivitas. Sebagian rumah yang berada di tepi laut dan sungai terendam saat air pasang.
Sejumlah warga di Desa Sekodi dan Kelemantan tampak semakin cemas karena tidak lama akan terjadi pasang keling atau pasang besar, sehingga banjir diperkirakan semakin meluas karena debit air pasang akan lebih besar dari sekarang ini.
"Ruas jalan semue terendam ae, ini nak ke Bengkalis susah. Cari jalan pun payah, apola," kata Tijun (32) salah seorang warga suku asli tempatan, Minggu (12/1).
Ditambahkan Atak (40), warga suku Asli lainnya, jika genangan air pasang terjadi sejak dua hari lalu. Pasang keling biasanya baru terjadi pertengahan Januari atau awal Februari, namun beberap hari ini pasang sudah besar.Pasang keling menurut perhitungan terjadi dua atau tiga hari lagi.
"Belum pasang keling lagi, tapi sudah besar aenye, agaknye tinggal due atau tige hari lagi pasang keling di daerah kami," kata Atak dengan logat kental Melayu.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah-Pemadam Kebakaran (BPBD-Damkar) Kabupaten Bengkalis, Moch. Jalal saat dikonfirmasi membenarkan sejumlah kawasan di Kelemantan terendam saat pasang.
"Ini sudah mendekati pasang keling, saya berharap masyarakat terus memberikan informasi. Untuk penanggulangan, tentunya butuh koordinasi dari semua pihak. Jika dikaitkan dengan musim, dua atau tiga hari lagi diprediksi akan ada pasang keling, dilihat dari perhitungan bulan," ujarnya.(jfk)Â