BENGKALIS, GORIAU.COM - Aksi main terobos tanpa memikirkan penumpang lainnya masih saja terjadi di pelabuhan penyeberangan roro Air Putih, Bengkalis. Parahnya lagi, petugas di Dishubkominfo di lapangan terkesan membiarkan.

Seperti yang terjadi Sabtu (11/1) siang, satu unit mobil Terios warna hitam BM 1675 QN menerobos antrean karena si pemilk mobil mengaku dari Polsek Bengkalis. Selain itu, pemilik mobil juga mengaku kalau di dalam mobil ada orangtua yang sedang sakit.

Peristiwa itu terjadi pada penyeberangan pukul 11.30 WIB. Si pemilik mobil yang akhirnya diketahui dipanggil Ucok tidak memarkirkan kendaraannya di antrian mobil sebagaimana lazimnya. Melainkan di areal parkir mobil yang menunggu jemputan. Begitu mobil yang turun ke Bengkalis sudah habis, mobil bersangkutan langsung masuk ke areal parkir bagian dalam melalui pintu keluar. Sama sekali tidak ada larangan baik dari petugas jaga yang berasal dari Dishub ataupun dari perusahaan pelayaran.

Pemilik mobil yang lagi antri tak sedikit yang kecewa dengan kondisi tersebut. Mereka antri cukup lama dengan cuaca panas terik. Namun, ada orang lain yang seenaknya saja bisa masuk tanpa ikut antri.

''Memangnya siapa dia, bisa masuk gitu aja. Kita semua antri dari tadi,'' ujar salah seorang warga Bengkalis, Sudaryanto.

Merasa penasaran dengan si pemilik mobil, media ini langsung menanyakan ke petugas di lapangan, termasuk ke UPT Dishubkominfo, Wan Hasan. Jawaban dari Wan Hasan sesuai informasi dari lapangan mengatakan kalau di dalam mobil ada orangtua yang sedang sakit. Sedangkan informasi dari petugas Dishub mengatakan, kalau pemilik kendaraan merupakan anggota Polsek dan di dalamnya ada orang tua yang sedang sakit.

Masih merasa tidak puas, media ini kemudian pura-pura bertanya kepada pemilik mobil yang sudah berada di dalam fery penyeberangan. Saat ditanya apakah dari anggota Polsek, pria ini yang dipanggil Ucok mengaku bukan.

''Saya kerja biasa di Pelalawan,'' ujarnya.

Saat ditanya apa benar si pemilik anggota Polsek dan ada orangtua yang sakit, Ucok sambil tergagap mengatakan kalau sebenarnya abang iparnya bekerja di Polres Bengkalis. Sementara alasan orangtua sakit, berdasarkan pantauan media ini sama sekali tidak ada orangtua sakit di mobil tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Bengkalis, H Ja'afar Arif saat dikonfirmasi mengatakan kalau dirinya memang sudah mendapatkan laporan kalau mobil yang menerobos antrian membawa orang sakit. Namun, kalau hal itu tidak benar dirinya selaku pimpinan sangat kecewa karena telah dibohongi.

''Saya sudah berkali-kali sampaikan, mau anggota dia mau tidak, harus ikut antri. Kecuali yang sudah masuk dalam daftar pengecualian,'' ujar Jaafar.(jfk)