BENGKALIS, GORIAU.COM - Tiga orang warga Dusun Dua Desa Teluk Papal Kecamatan Bantan digigit anjing gila, Selasa (29/4/2014). Dua korban masih anak-anak, satu korban lagi nelayan. Kondisi ketiga korban mengenaskan, bekas gigitan anjing itu kini membengkak.

Tiga orang warga Dusun Dua Desa Teluk Papal Kecamatan Bantan digigit anjing gila, Selasa (29/4). Dua korban masih anak-anak, satu korban lagi nelayan. Kondisi ketiga korban mengenaskan, bekas gigitan anjing itu kini membengkak.Kejadian ini bermula ketika Habib (7) salah seorang korban , pulang dari sekolah. Bersama dengan Habib, juga ada seorang anak suku asli warga setempat. Siswa kelas 1 SD tanpa curiga apapun santai berjalan menuju rumahnya. Tanpa disangkanya, tiba-tiba datang seekor anjing dan langsung menyerang Habib dan balita temannya itu.

Terjadi pergulatan, Habib dan kawannya menjerit-jerit kesakitan dan ngin lepas dari gigitan anjing. Sementata anjing juga semakin bernafsu menggigit bocah kecil itu.

Untung datang seorang warga bernama Gimon (48) dan berupaya anjing melepaskan gigitannya. Upaya Gimon itu berhasil, anjing melepaskan gigitannya dari Habib. Namun demikian bocah tersebut sudah terlanjur mendapat gigitan cukup parah. Bahu kanannya robek cukup dalam.

Karena Habib dan rekannya sudah terlepas dari gigitan anjing, Gimon bermaksud membopong korban untuk mendapat perawatan. Namun belum lama berjalan, anjing tersebut kembali mengamuk. Kali ini yang menjadi sasarannya Gimon.

"Saya  diserang anjing itu saat hendak menyelamatkan Habib. Dan beruntung saya dapat melawan sehingga anjing melepaskan gigitannya. Namun paha saya mengalami luka yang cukup parah kena gigitannya," cerita Gimon, Rabu (30/4/2014).

Menyadari dampak gigitan anjing itu yang sangat berbahaya, keluarga Habib langsung membawa korban ke RSUD Bengkalis. Namun di RSUD sebagaimana diceritakan Abu Samah mewakili keluarga korban, luka korban hanya dibersihkan,;tanpa diberi obat. "Kata pihak RSUD obat tak ada," ujarnya.

Sementara Gimon yang lukanya cukup parah hanya berobat ke Puskesmas terdekat. Karena merasa percuma ke RSUD toh tak akan mendapat obat juga seperti yang dialami Habib.

''Sudah dua kali saya ke Puskesmas, tapi luka saya hanya dibersihkan saja , tak ada diberi obat. Katanya obat tak ada.Sekarang luka saya mbengkak, badan rasanya tegang,'' ujar Gimon bernada cemas sembari mengatakan jika Habib sudah dibawa keluarganya berobat ke Melaka Malaysia.(jfk)