
SELATPANJANG - Tahun 2017, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berencana akan mengembangkan budidaya cabe merah di lahan seluas lebih kurang 200 hektar. Ini untuk mengurangi ketergantungan cabe merah pada daerah luar seperti Sumatera Barat (Sumbar) dan Pulau Jawa.
Kata Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Yulian Norwis SE MM, mereka telah mengajukan program budidaya cabe merah ini ke Kementerian Pertanian (Kementan). Waktu itu, kata Yulian Norwis lagi, pihak Kementan meminta Pemda menyiapkan lahan dengan luas sekitar 500 hektar. "Sudah kita ajukan untuk program wilayah perbatasan, budadaya cabe merah ini," ujar Yulian Norwis, Jumat (11/11/2016).
Baca Juga: Buset, Harga Cabe Merah di Kepulauan Meranti Tembus Rp110 Ribu Perkilogram
Dikatakan laki-laki yang akrab dipanggil Icut itu lagi, untuk memenuhi kebutuhan cabe merah di Kepulauan Meranti sebenarnya tidak mesti 500 hektar, tapi cukup 200 hektar saja. Rencananya, budidaya cabe tersebut disebarkan di tiap kecamatan (9 kecamatan se Kepulauan Meranti, red). "200 hektar saja kita sudah aman. Sudah mencukupi kebutuhan lokal," ujar Icut.
Baca Juga: Harga Meroket, Pembeli dan Pedagang Cabe Merah di Kep Meranti Sama-sama Mengeluh
Tambah Icut, mereka ingin kedepannya ada kecamatan di Kepulauan Meranti menjadi sentra cabe merah. Sehingga, dengan ini akan meminimalisirkan ketergantungan kebutuhan cabe dari daerah luar seperti Sumbar dan dari Pulau Jawa. Selain itu, dengan banyaknya produksi cabe di Kota Sagu, bisa menstabilkan harga cabe merah. "Tinggal lagi kita atur jadwal tanamnya di tiap kecamatan. Sekitar dua bulan cabe merah ini sudah bisa dipanen. Kita tidak ingin terjadi penumpukan hasil panen jika ditanam serentak. Semoga program ini bisa berjalan sebagaimana diharapkan. Ini diperlukan peran serta semua pihak," kata Icut lagi.
Baca Juga: Jalan Lintas Timur Sumatera Macet Total, Harga Cabe Merah Sumbar di Mandau Naik
Saat ini, Kabupaten Kepulauan Meranti masih bergantung pada daerah Sumbar dan Pulau Jawa untuk memenuhi kebutuhan cabe merah. Ketika terjadi bencana alam seperti banjir di wilayah pemasok, tak jarang harga cabe merah meroket. Seperti yang terjadi pada awal Bulan November 2016, harga cabe merah mencapai Rp110 ribu perkilogram. Padahal, harga normalnya hanya Rp75 hingga Rp85 ribu perkilogram. ***#Semua Berita Kep Meranti, Klik di Sini