
BERDASARKAN Indeks Standar Polutan Udara (ISPU) yang tersebar di Provinsi Riau, akibat kabut asap, kualitas udara di Riau dan beberapa wilayah sekitarnya sangat buruk dan sangat berbahaya bagi kesehatan.
Karena itu, perlu dilakukan upaya preventif oleh warga yang tinggal di Riau dan sekitarnya untuk meminimalisir dampak kabut asap bagi kesehatan."Semakin dekat tempat tinggal dari lokasi kebakaran, semakin banyak komponen gas yang terkandung di dalam asap sehingga makin tinggi dampaknya pada kesehatan," jelas Ahli Paru-paru RS Persahabatan, Divisi Penyakit Paru Akibat Kerja dan Lingkungan Departemen Pulomonologi FKUI, dr Agus Dwi Susanto SpP, kepada VIVAlife saat dihubungi lewat sambungan telepon, Jumat (14/3/2014).Agus menyarankan, jika kabut asap masih tebal sebisa mungkin tidak berada di luar ruangan. Selain itu hindari berolahraga dan beraktivitas fisik yang berat di luar ruangan."Karena saat beraktivitas berat, pernafasan meningkat dan tubuh lebih banyak membutuhkan oksigen padahal udara sedang terkontaminasi asap yang berbahaya," jelasnya.Ia juga mengatakan jika berada di dalam rumah, usahakan agar asap tidak masuk dengan menutup jendela dan pintu. Namun, perhatikan untuk tetap memiliki ventilasi.Tindakan preventif lain yang wajib dilakukan yakni memakai masker untuk meminimalisir komponen partikel yang bisa terhirup oleh saluran nafas.Walaupun begitu, Agus mengatakan tidak semua masker bisa memproteksi tubuh dari partikel-partikel berbahaya yang terkandung di dalam asap. Hal ini karena diameter filtrasi tiap masker berbeda."Masker yang baik itu tipe N95 dan N100 yang kemampuan filtrasinya antara 95 hingga 100 persen. Yang biasa digunakan masyarakat itu tidak bisa memfilter partikel di bawah ukuran 5 mikron," jelasnya.Tak hanya komponen partikel, gas berbahaya dalam asap pun masih bisa terhirup saat memakai masker karena bagian atas, bawah dan samping tidak tertutup dengan sempurna. Terlebih, komponen gas lebih besar daripada partikel."Tetapi walaupun tidak bisa 100 persen memproteksi, memakai masker jauh lebih baik daripada tidak sama sekali," tandasnya.Selain itu, Agus juga menghimbau untuk menyediakan beberapa macam obat-obatan pencegahan saat terlalu banyak terpapar asap, yakni obat tetes mata, obat batuk atau pengencer dahak.***