MPULANGA - Seorang wanita di Mpulanga, Afrika Selatan, menjadi korban kekerasan yang dilakukan suaminya sendiri. Sang suami merekat organ intim (kemaluan) wanita tersebut menggunakan lem super.

Suami-istri yang tak disebutkan namanya ini memang tak harmonis hubungan rumah tangganya. Sang istri mengaku, suaminya kerap kali bersikap kasar dan memukulinya.

Puncaknya terjadi ketika sang suami mengetahui bahwa sang istri berselingkuh dengan pamannya sendiri.

Berdasarkan cerita sang istri kepada African Eye News Service, sang suami mengambil sebuah pan, sejenis senjata untuk menebas (mirip golok), dan mengancam istrinya untuk melepas busana sambil berbaring merebahkan diri.

''Ia memerintahkan saya untuk rebahan sambil tidur dan membuka kedua kaki. Kemudian dia mengambil lem super dan mulai mengolesinya di seputar alat kelamin saya sambil merekatkan. Saya melihat ketakutan sambil menangis. Saya tak tahu apa yang dapat membuat seorang pria yang mencintai wanitanya dapat berbuat seperti itu,'' cerita sang istri.

Sang istri mau tak mau menuruti perintah suaminya karena, jika tidak, kepalanya terancam ditebas.

Tak disangka sang suami melakukan hal yang menyeramkan, yakni merekatkan lem super pada alat kelamin sang istri.

Sebelumnya, sang istri juga mengatakan bahwa suaminya sudah berkali-kali ingin memotong tangannya dengan senjata tajam, tetapi ia selalu berhasil kabur.

Sayangnya, kali ini sang istri tak dapat melarikan diri.

Seusai kejadian tersebut, sang istri mengaku sakit setiap kali buang air kecil, tak dapat melakukan hubungan intim lagi, serta mengalami trauma yang tak berkesudahan.

Sementara sang suami belum diketahui keberadaannya.

Polly Neate, selaku CEO dari Women's Aid, menganggap ini kekerasan yang sangat serius.

''Ini adalah sebuah insiden yang serius. Jika kita melihat sebuah kekerasan yang dilakukan dalam rumah tangga, tanpa disadari, hal tersebut akan menjadi sesuatu yang selalu diingat sepanjang hidup oleh korban yang masih hidup.''

''Harus ada penanganan yang serius baik untuk korban ataupun pelaku,'' sambungnya.***