MAKKAH, GORIAU.COM - Sebanyak 192 jamaah yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) JKS 61 Embarkasi Jakarta-Bekasi dilaporkan hilang atau belum kembali ke tenda di Mina pascainsiden di Jalan 204, Mina, Arab Saudi, Kamis (24/9). Sebagian besar jamaah yang hilang itu sudah kembali ke pemondokan atau tenda.

"Yang belum kembali 55 orang. Dari yang belum kembali itu, kami menerima kabar 11 orang meninggal," kata Ketua Kloter JKS 61 Aceng Sukandar, Jumat (25/9) malam waktu Arab Saudi (WAS).

Hingga Jumat malam, 15 jamaah bertahan di pemondokan karena kondisi kesehatan. "Sebagian besar sudah ada di tenda di Mina," kata dia.

Sebagian besar jamaah yang tergabung dalam Kloter JKS 61 berasal dari Persatuan Islam (Persis). Persis sudah menyatakan belasan jamaahnya meninggal dalam kejadian tersebut.

Selain Kloter JKS 61, PPIH Arab Saudi juga menerima laporan kehilangan dari dua kloter lainnya. Yaitu, 14 orang berasal dari Kloter BTH 14 Embarkasi Batam dan 19 orang dari Kloter SUB 48 Embarkasi Surabaya.

Ketiga kloter itu terletak di Mina Jadid. Mereka seharusnya melintasi Jalan King Fahd untuk menuju Jamarat. Namun, jamaah justru berbelok ke kiri melewati Jalan 225, kemudian tertahan di Jalan 204 yang merupakan akses alternatif menuju Jamarat.

Jalan 204 ternyata sudah padat dengan jamaah dari Afrika, Iran, dan sejumlah negara lain. Jamaah yang telah selesai melontar jumrah aqabah bertemu dengan jamaah yang hendak menuju Jamarat sehingga terjadi kekacauan.

Aksi saling dorong terjadi sehingga banyak korban yang terinjak-injak dalam kejadian itu. Jamaah juga berada di bawah paparan sinar matahari selama lebih dari dua jam, mulai dari 07.30 sampai 10.00 waktu Arab Saudi.

Akibatnya, 717 jamaah haji dari seluruh dunia wafat dan 853 lainnya luka-luka. PPIH Arab Saudi telah mengonfirmasi tiga korban berasal dari Indonesia. Enam jamaah Indonesia juga mengalami luka dan masih dirawat di rumah sakit di Mina dan Makkah.

Hingga kini, PPIH Arab Saudi masih melakukan penyisiran di rumah sakit milik pemerintah setempat dan pemulasaran jenazah di Al Muaisim.***