JAKARTA, GORIAU.COM - Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Nunu Supadmi mengatakan ada beberapa luka yang ditemukan di tubuh GT, bocah 12 tahun, yang diduga dianiaya orangtuanya. Penemuan luka itu merupakan hasil pemeriksaan sementara, belum hasil visum.
Pada pemeriksaan awal terhadap GT di Kepolisian, di tubuh bocah itu ditemukan empat luka. Pertama di paha kanan sisi dalam berupa bekas sayatan sekitar 7 cm. Kedua, luka memar di siku tangan kanan. Ketiga, luka sayatan di pipi kiri dekat kuping sekitar 5 cm. Keempat, luka seperti sundutan di telapak tangan kiri. "Ini hanya visum sementara. Sekarang kami sedang tunggu visum lebih lengkapnya," kata Nunu, Sabtu, 4 Juli 2015.
GT, yang dilaporkan mengalami penyiksaan oleh orangtuanya ini menghilang selama dua hari dari rumahnya. Kasusnya ketahuan karena warga berinisial FB dan Ketua RT melapor ke Polre Jakarta Selatan tentang adanya kekerasan terhadap anak.
Juru Bicara Kepolisian Resort Jakarta Selatan, Komisaris Aswin mengatakan laporan ini dilakukan warga lantaran GT tidak mau kembali ke rumahnya. Dalam pelaporan disampaikan bahwa GT mengalami kekerasan di dalam rumah. "Anak ini dipukul dan ditampar ibunya," kata Aswin.
Aswin mengaku belum mengetahui apakah benar adanya upaya penggergajian terhadap tangan korban. Menurut Aswain, luka di area tangan GT hanya berupa luka baret yang sudah mengering. Aswin berujar, penyidik masih terus melakukan penyidikan mendalam. "Nanti akan ada pemeriksaan kedua untuk GT didampingi psikolog," ujarnya. Saat ini GT telah diamankan di Rumah Perlindungan Anak Cipayung.
SRL, orangtua GT membantah menganiaya anaknya. Dia sempat melaporkan kehilangan anaknya ke Kepolisian Sektor Metro Kebayoran Lama.Â
Kepala Satuan Reserse Kriminal Umum Kepolisian Resort Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Audi Latuheru mengatakan dalam keterangannya SRL membantah dirinya melakukan penganiayaan. "Hanya galak biasa karena anaknya melakukan kenakalan," kata dia. Ia melanjutkan, dalam pertemuannya dengannya SRL, ibu itu menangis meminta dipertemukan dengan anaknya.
Ibu GT juga akan dipanggil untuk diperiksa sebagai terlapor. "Kami panggil Rabu depan," kata Audi. ***

