JAKARTA, GORIAU.COM - Suasana kawasan Jalan HR Rasuna Said, tepatnya di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sore hari ini terasa sangat ramai. Hal itu dikarenakan ada tiga kelompok massa melakukan unjuk rasa.

Pantauan merdeka.com, Jumat (6/2), sebagian jalur lambat Jalan HR Rasuna Said dari arah Menteng menuju Mampang Prapatan ditutup sebagian. Suasana pun cukup bising dan menarik perhatian para pekerja kantoran di sekitaran wilayah Kuningan, Jakarta Selatan.

Massa pro-Polri menamakan diri Aliansi Save Indonesia juga tak mau kalah. Mereka malah membawa puluhan perempuan 'buka aurat' (berpakaian seksi), yang diminta menari modern.

Kelompok aksi terakhir menamakan diri mereka Solidaritas Aksi Mahasiswa Anti Demoralisasi (SAMAD). Mereka meminta supaya KPK menangkap orang-orang yang diduga mempengaruhi Presiden Joko Widodo. Yakni Luhut Panjaitan, Andi Widjojanto, dan Rini Soemarno.

Kelompok dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia datang dengan kekuatan penuh. Mereka mengerahkan lebih dari 500 orang dan membawa dua mobil pengeras suara.

Mereka menyatakan terus mendukung supaya KPK tetap diselamatkan. Dalam menjalankan aksi, mereka selalu menyisipkan selingan yakni memutar lagu berjudul 'Mafia Hukum' kreasi grup band Navicula, tembang 'Selamat Ulang Tahun' besutan grup band Jamrud, dan lagu dangdut 'Sakitnya Tuh di Sini' dinyanyikan oleh Cita Citata.

Saat beraksi, kedua kelompok ini sempat terlibat saling adu mulut.***