
YOGYAKARTA, GORIAU.COM - Kreativitas anak muda Indonesia memang patut diacungi jempol. Bagaimana tidak, bahkan roti kedaluwarsa saja, bisa diolah menjadi bros yang ramah lingkungan, dan memiliki nilai ekonomi.
Adalah Kelompok mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta yang melakukan terobosan itu, mengubah sampah menjadi benda bernilai. Anggota kelompok mahasiswa UNY itu antara lain Sarah Sekar Langit, Zulfatin Rahmahani, Ari Wahyu Martina, Surya Jatmika, dan Diah Intan Kusuma. Roti kadaluwarsa mereka kemas menjadi bros yang beda dan unggul dari jenis bros lain.
Beberapa keunggulan itu di antaranya mudah mengikuti mode yang sedang berkembang di masyarakat, sehingga lebih "up to date", tahan lama, dapat ditambahkan aroma, dan harga murah. "Keunggulan lainnya adalah bros dari roti kedaluwarsa tersebut merupakan produk 'go green' yang ramah lingkungan," kata koordinator kelompok Sarah Sekar Langit di Yogyakarta, Minggu (22/3).
Menurut dia, untuk mengolah roti kedaluwarsa menjadi bros digunakan seni pengolahan roti menjadi clay yang disebut dengan nendo. Nendo berasal dari Jepang dan dibawa langsung ke Indonesia. Selama ini, kata dia, nendo hanya sebagai pajangan bernilai artistik tetapi kurang memiliki nilai guna. Padahal nendo dapat diubah menjadi bros.
"Selain murah dan memiliki nilai kegunaan, bros dari nendo juga ramah lingkungan tidak seperti plastik atau besi yang selama ini digunakan untuk pembuatan bros," jelasnya seperti dikutip Antara.
Ia mengatakan untuk membuat bros dari limbah roti itu digunakan bahan baku antara lain roti kedaluwarsa, lem kayu, natrium benzoat, peniti, dan cat semprot bening. Bahan tambahannya adalah pewarna makanan, zat aromatik, dan lem tebak.
Cara membuatnya adalah roti kedaluwarsa diambil bagian dalamnya saja tanpa kulit dan dihancurkan. Kemudian ditambahkan natrium benzoat dan zat aromatik (vanili, kayu manis atau cengkeh dalam bentuk cair) dan diuleni sampai kalis.
Menurut dia, jika adonan bros sudah kalis kemudian dibagi menjadi beberapa bagian dan ditambahkan pewarna makanan yang berbeda-beda pada tiap-tiap bagian. Selanjutnya dicampur sampai rata, dibentuk, dan dicetak sesuai selera. "Kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari selama dua hari. Setelah kering disemprot dengan cat semprot bening dan dikeringkan kembali selama satu hari, dan bros siap digunakan," tuturnya. ***