YOGYAKARTA, GORIAU.COM - Tahun masehi saat ini sudah masuk pada 2015. Namun tahun baru Saka yang disebut dengan hari raya Nyepi umat Hindu baru mencapai 1937.

Nyepi merupakan salah satu hari raya atau hari suci Agama Hindu yang dilaksanakan sekali satu tahun. Waktunya bersamaan dengan pergantian tahun Saka setiap tanggal 1 bulan Waisaka tahun Saka, atau tahun baru Saka.

Ketua Parisada Hindu Dharma Daerah Istimewa Yogyakarta, Ida Bagus Agung menjelaskan tanggal 1 bulan Waisaka tahun pertama Saka bertepatan dengan tanggal 21 Maret 78 Masehi. Pada hari itu terjadi perdamaian antar suku bangsa di daratan India.

"Jadi bedanya 78 tahun, rangkaian perayaan Nyepi hanya dilakukan di Indonesia," kata Ida, Jumat, 20 Maret 2015.

Perdamaian itu, kata dia, memberi pengakuan terhadap kemerdekaan, kesetaraan, dan keberagaman umat manusia. Ketika agama Hindu dari India berkembang ke seluruh dunia, termasuk Indonesia, tarikh Saka juga turut dibawa serta.

Tarikh Saka digunakan secara luas dalam kehidupan bangsa Indonesia. Termasuk sebagai penanda waktu di seluruh nusantara. Itu tampak pada setiap peninggalan sejarah, baik berupa prasasti maupun karya sastra.

"Di Indonesia pergantian tahun Saka diperingati dengan melaksanakan Nyepi," kata dia.

Sementara itu, Nyepi, menurut ketua umum pengurus harian Parisada Hindu Dharma Indonesia S.N. Suwisma, merupakan saat yang tepat untuk melakukan refleksi dan introspeksi atau mawas diri terhadap perjalanan selama satu tahun. Dengan harapan apa yang dicapai tahun lalu dan tahun yang akan datang lebih baik.

Tema upacara Tawur Agung Kesanga menyambut tahun baru Saka 1937 kali ini adalah "Penyucian Diri dan Alam Semesta Menuju Kualitas Peningkatan Kerja".

"Kami mengajak semua untuk merenungkan dan menginternalisasikan tema itu, untuk mengimplementasikan nilai-nilai suci dan etos kerja," kata dia.***