TEHERAN, GORIAU.COM - Capres moderat Hassan Rohani memenangi pilpres Iran. Dia mengungguli lima capres lain yang berasal dari kalangan konservatif.
Dilansir dari Reuters, Minggu (16/6/2013), Menteri Dalam Negeri Iran Mostafa Mohammad-Najjar mengumumkan kemenangan Rohani di stasiun televisi nasional. Nassar mengumumkan Rohani memperoleh suara terbanyak dari 72 persen pemilih yang memberikan suaranya di pilpres Iran. Jumlah pemilih di Iran sekitar 50 juta jiwa.
Rohani meraih lebih dari 50 persen suara, maka otomatis ia terpilih menjadi presiden Iran. Peraturan pilpres Iran memang memberi kemenangan pada calon yang mengantongi lebih dari 50 persen suara.
Rohani unggul atas lima lawan politiknya. Saat masih perhitungan lima puluh persen suara yang masuk, dia mengamankan 14.020.139 suara atau 50,8 persen. Perolehan suara itu jauh mengungguli lawan-lawannya.
Di tempat kedua, atau di bawah Rohani, ditempati oleh kandifat konservatif Mohammad Baqer Qalibaf. Untuk sementara, Qalibaf meraih 4,369,985 suara atau sekitar 15,83 persen dari suara yang sudah dihitung.
Di posisi ketiga oleh Saeed Jalili yang mendapat 3,163,211 suara atau 11,46 persen. Sedangkan Mohsen Rezaei meraih 3,129,444 suara atau sekitar 11,34 persen suara di tempat keempat.
Berturut-turut menempati posisi lima dan enam ialah kandidat-kandidat konservatif lainnya Ali Akbar Velayati dan Mohammad Gharazi. Velayati meraih 1,673,200 suara atau sekitar 6,06 persen dan Gharazi meraih 326,105 suara atau sekitar 1,18 persen suara.
Presiden Iran saat ini Ahmadinejad langsung mengucapkan selamat atas kemenangan Hassan Rohani. Selain itu, Ahmadinejad juga mengucapkan selamat kepada pemimpin revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei.
Ahmadinejad langsung menyampaikan pesan dan ucapan selamat kepada Rohani tak lama setelah hasil perhitungan suara diumumkan.
''Saya sangat percaya pada kapasitas yang luas dan tak berujung bangsa Iran untuk pengembangan dan pencapaian yang besar,'' kata Ahmadinejad dalam pesannya.
''Saya percaya bahwa semua puncak kemuliaan dapat ditaklukkan dengan keyakinan dan kepercayaan terhadap bangsa Iran, serta sikap saling menghormati terhadap perbedaan,'' imbuhnya.***


