JAKARTA, GORIAU.COM - Presiden Joko Widodo melantik Willem Rampangilei sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggantikan Syamsul Maarif di tengah penanganan bencana asap di Sumatera dan Kalimantan. Lalu, bagaimana strategi Willem dalam menangani bencana asap yang sudah belasan tahun ini terulang terus?
"Ya kalau komitmen itu kan sudah ada kebijakan pemerintah. Instruksi presiden pun sudah jelas bagaimana kita mengurangi asap. Dan ini juga sudah menjadi prioritas nasional. Kita tahu bahwa dampak asap begitu luas dan serius terutama pada kesehatan, ekonomi, proses belajar mengajar. Dan itu kan sudah ditangani," ujar Willem usai dilantik Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2015).
Willem masih enggan menjawab lebih jauh apa yang akan dilakukannya di BNPB nanti, pasalnya dia juga belum bertemu dan serah terima jabatan dengan Syamsul Maarif. Namun ditegaskan Willem, masalah bencana asap ini karena ada kesengajaan membakar lahan dan hutan.
"Sebagaimana kita ketahui bahwa bencana asap sudah terjadi 17 tahun. Mungkin kita perlu mengefektifkan lagi upaya pencegahan. Dan lebih mengefektifkan tanggap daruratnya. Bagaimana ini. Beri saya waktu, setelah sertijab baru akan saya berikan langkah-langkah pasti," papar Deputi bidang Koordinasi Lingkungan Hidup dan Kerawanan Sosial Kemenko PMK ini.
Lalu, apa langkah pencegahan supaya bencana asap ini tidak terulang lagi?
"Ya tentunya sebelum terjadi kebakaran kita akan memperkuat tindakan early warning dan early detection. Dan tentunya tindakan sosialisasi memberikan pemahaman pada masyarakat tentang bahaya dari kebakaran itu sendiri. Lalu kita harus lebih banyak melibatkan masyarakat untuk mencegah kebakaran ini," jawab mantan Komandan Satgas Penerangan Penguasa Darurat Militer Timor Timur ini. ***


