
MEDAN, GORIAU.COM - TNI Angkatan Udara (AU) mengerahkan sejumlah pesawat pesawat membantu pencarian pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 yang hilang. Tiga di antaranya berasal dari Skadron Udara 5 Sultan Hasanuddin, Makassar.
Komandan Skadron Udara 5 Letnan Kolonel (Pnb) Bambang Sudewo menyatakan, ketiga pesawat yang dikerahkan itu tidak beroperasi secara bersamaan."Ada tiga pesawat yang ikut mencari dari Skadron Udara 5, tetapi pencarian dilakukan secara bergantian. Satu operasi, dua lagi di skadron," kata Sudewo kepada wartawan Selasa (11/3/2014) di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Soewondo, Medan, Sumatera Utara (Sumut).Pesawat yang dikerahkan untuk pencarian itu, yakni jenis Boeing 737-200 yang sudah dimodifikasi untuk kepentingan militer. Pada Selasa pagi, pesawat dengan nomor AI-7303 yang dipiloti Sudewo itu tiba di Lanud Soewondo untuk memulai pencarian. Pesawat yang membawa 14 personel itu terbang kembali untuk memulai operasi sekitar pukul 10.30 WIB.Pesawat yang dilengkapi dengan perangkat kamera dan radar itu rencananya akan terbang pada ketinggian 15.000 feet atau kaki untuk memantau area pencarian yang lebih luas. Lantas jika ada objek yang perlu dipantau lebih dekat, pesawat bisa turun lebih rendah."Jika diperlukan, dapat turun hingga ketinggian lima ratus feet," kata Sudewo.Pencarian akan diarahkan ke sisi utara Pulau Sumatera, dengan radius 100 mil hingga 200 mil laut hingga ke batas wilayah laut Malaysia, Thailand dan Indonesia di Selat Malaka. Pesawat ini dapat terbang nonstop selama 7 jam, namun dalam operasi ini direncanakan akan melakukan pencarian di lokasi antara 2 hingga 3 jam.Diperluas Otoritas Malaysia dibantu tim pencarian dan penyelamatan dari 10 negara terus melakukan penyisiran di area yang diduga lokasi hilangnya pesawat di perairan dekat Vietnam. Area pencarian bahkan diperluas hingga radius 100 km dari titik hilangnya sinyal pesawat dari radar."Daerah pencarian diperluas jadi 100 km radius pencariannya, ini karena tidak mendapatkan apa pun di radius sebelumnya," ujar Direktur General of Departemen of Civil Aviation DCA Datuk Azharudin Abdul Rahman di Hotel Sama Sama, KLIA, Malaysia, Selasa (11/4/2014).Azhar menjelaskan, pencarian dibagi menjadi 2 zona, yaitu zona east (timur). Di zona ini pencarian tidak hanya dilakukan di laut, tapi juga di daratan.Kemudian ada zona west (barat) yang terbagi dari blok A sampe blok E. Termasuk meliputi wilayah ujung utara Sumatera. "Ini dilakukan karena pesawat Malaysia Airlines dikabarkan sempat berputar balik sebelum hilang kontak," jelasnya.***