PEKANBARU, GORIAU.COM - Pemerkosaan terhadap gadis di bawah umur kembali terjadi di Riau. Kali ini menimpa warga Kabupaten Kampar inisial B. Gadis malang ini dipaksa mengonsumsi makanan dan minuman yang sudah dicampuri obat tidur oleh temannya bernama Faisal. Tak ayal, orangtua korban pun melaporkan Faisal ke Polres Kampar.

Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo, SIK, kepada merdeka.com Selasa (7/10/2014) mengatakan, kasus tersebut sudah diselidiki. "Korban yang didampingi orangtuanya sudah dimintai keterangannya, pelaku pun sudah kita amankan," ujarnya.

Data di kepolisian menyebutkan, kasus ini bermula ketika korban kabur dari rumah, karena bertengkar dengan kakaknya. Kemudian dia menginap di salah satu rumah temannya yang berada di daerah Kubu Cubodak, kabupaten Kampar. Di sinilah, korban kemudian dijemput temannya, Faisal.

Dengan menggunakan sebuah mobil berjenis Avanza, Kamis (02/10) sekitar pukul 20.00 WIB, Faisal membawa korban ke sebuah rumah, di kawasan Tanjung Alai, kecamatan XIII koto kabupaten kampar. Di sini korban lalu dicekoki makanan dan minuman yang diduga sudah diberi obat tidur oleh pelaku.

Usai mengonsumsi makanan yang sudah dibumbui obat tidur tersebut, korban kemudian tak sadarkan diri. Saat itulah Faisal melampiaskan nafsu setannya terhadap korban. Dalam kondisi pingsan, korban diperkosa Faisal.

Keesokan harinya, ketika tersadar, korban mendapati dirinya sudah tidak menggunakan sehelai benangpun yang melekat di tubuhnya. Sadar dirinya menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan Faisal, korban pun menangis dan meminta Faisal mengantarkannya pulang.

Awalnya Faisal membujuk korban untuk tidak menceritakan peristiwa tersebut kepada siapapun, namun tetap saja korban meminta diantar pulang ke rumah orangtuanya, Faisal pun berpikir lalu pura-pura mau mengantarkannya pulang.

Di tengah perjalanan, Faisal justru membawa korban ke kawasan Rantau Berangin, daerah yang sangat jauh dari rumah korban. Tanpa alasan yang jelas, Faisal menyuruh korban turun dari mobil dan meninggalkannya di lokasi tersebut.

Sambil menangis, korban mencari pertolongan dari warga sekitar, dan akhirnya ia mendapat bantuan dari warga yang mau mengantarkan korban ke rumahnya. Setelah sampai di rumah, korban menceritakan peristiwa yang ia alami kepada orangtuanya. Tak ayal, orangtua korban pun geram bercampur sedih mendengar pengakuan anak gadisnya itu. Orang tua korban pun mengajaknya ke Polres Kampar untuk melaporkan Faisal agar ditangkap dan di proses secara hukum, pada Senin (6/10)

Mendapat laporan ini, polisi kemudian mencari keberadaan Faisal yang diketahui tinggal di Tanjung Alai, kecamatan XIII koto kabupaten. Polisi pun akhirnya menangkap Faisal yang saat itu tak melawan saat disergap.

Kepada polisi, Faisal mengakui semua perbuatannya. Ia pun terpaksa mendekam di balik sel tahanan Polres Kampar guna mempertanggungjawabkan kelakuan bejatnya itu.

"Saat ini, pelaku ditahan di Mapolres Kampar dan tengah menjalani proses penyidikan," pungkas Guntur.***