TERKAIT makanan, para orangtua perlu bersikap tegas terhadap anak-anaknya. Sebab, ada beberapa makanan padat lemak, garam, gula dan beberapa bahan yang tidak baik bagi kesehatan.

Dikutip dari laman ivillage, berikut adalah beberapa diantaranya dan bagaimana mencari pilihan lain yang lebih sehat :

- Daging prosesan

Sosis tak hanya kaya lemak, garam, dan nitrat (yang sudah lama dikaitkan dengan kanker). Makanan yang satu ini juga bisa membuat anak tersedak jika tidak dipotong-potong dalam bentuk kecil.

Studi yang dilakukan sebuah jurnal kesehatan menemukan pula bahwa daging merah yang diproses, misalnya sosis atau salami, bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes. Sementara laporan dari American Institute for Cancer Research dan World Cancer Research Fund menemukan bahwa menyantap daging yang diproses meningkatkan risiko kanker usus.

Untuk pilihan yang lebih sehat, sosis dari kalkun atau ayam lebih baik ketimbang sapi. Jika memungkinkan pilih yang kadar garamnya rendah hingga organik tanpa tambahan nitrat.

- Snack buah

Jangan biarkan kata-kata buah mengelabui Anda. Permen kenyal (gummy) yang disebut terbuat dari buah begitu kaya dengan gula hingga lebih tepat disebut sebagai permen. Termasuk, kudapan-kudapan buah yang difortifikasi dengan vitamin C. Makanan seperti ini juga cenderung menyangkut di gigi anak hingga bisa menyebabkan masalah kesehatan di gigi.

Berikan makanan-makanan seperti ini sesekali saja. Tapi jika orang tua ingin menyajikan kudapan dari buah, pilih buah segar potong atau buah yang dikeringkan. Seperti kismis.

- Sereal bergula

Jangan tertipu dengan boks sereal yang mengatakan mengandung banyak vitamin dan mineral. Lembaga yang mengurus konsumen di Amerika menyatakan dari 27 sereal yang mengatakan bisa dimakan anak-anak, hanya empat diantaranya yang tergolong rendah gula dan kaya serat.

Lainnya, ternyata kurang kandungan seratnya atau mengandung terlalu banyak gula. Pilih sereal yang mengandung kurang dari 10 gram gula dan setidaknya 3 gram serat.

- Madu

Bagai orang tua dari bayi, hindari pemberian madu sampai ia berusia setidaknya satu tahun. Madu pasalnya mengandung spora yang bila dikonsumsi bayi bisa menyebabkan botulisme. Gejalan botulisme mencakup mulut mengering, pusing, muntah, kesulitan bernapas, hingga kematian.

Bayi memiliki sistem imunitas yang umumnya lemah dan belum matang. Mereka akan terpapar risiko besar terhadap botulisme jika menyantap madu. Untuk lebih amannya, dokter anak merekomendasikan pula menghindari makanan-makanan yang mengandung madu. Misalnya biskuit bayi rasa madu. Sebab proses pemasakan tidak membuat spora botulisme dalam madu mati.

- Minuman olah raga

Entah itu minuman yang diberi tambahan vitamin atau minuman elektrolit, minuman seperti ini yang sering disebut sports drink atau minuman olah raga, bukan pilihan terbaik bagi anak. Selain mengandung lebih dari 100 kalori per botolnya atau lebih, pakar mengatakan minuman dengan rasa manis ini bisa membuat anak kecanduan dengan rasanya. Hingga memilih berhenti minum air putih karena rasanya yang tidak ada.

Pakar menyarankan, orang tua menghindari pemberian minuman ini kecuali saat anak sedang berolahraga di bawah terik matahari dan mengeluarkan banyak keringat. Coba tawarkan susu cokelat ketimbang minuman olah raga. Menurut studi, rasio protein dan karbohidrat dalam susu cokelat jauh lebih baik untuk otot anak.

- Yogurt anak

Yogurt adalah makanan yang kaya protein dan kalsium. Tapi, banyak varian yogurt khusus anak (yaitu yang bergambar hewan atau kartun) justru kaya pewarna buatan dan asupan gula lebih dari 25 gram per porsinya.

Untuk pilihan yang lebih sehat, beli yogurt rendah lemak biasa atau greek yogurt. Maniskany dengan tambahan gula (jika anak berusia di atas 1 tahun) atau maniskan dengan tambahan buah potong kesukaan anak.***