MEDAN, GORIAU.COM - Jenazah Brigadir Beny H Sihombing (32), bintara pada Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Sumut masih diautopsi di RS Bhayangkara Polda Sumut, Jumat (21/11) siang. Kerabatnya pun masih berdatangan ke kamar mayat rumah sakit itu.

Wartawan tidak diperkenankan mendekat ke kamar mayat. Pagar menuju lokasi itu ditutup dan dijaga. Mobil jenazah pun sudah disiagakan di sana.

Sementara petugas provos yang berjaga menyatakan korban masih diautopsi. Namun, mereka belum tahu kapan akan korban akan dibawa ke rumah duka di Sei Mencirim, Binjai. "Kami belum tahu Bang," kata seorang personel Brimob yang berjaga di pintu.

Istri korban tiba di kamar mayat sekitar pukul 10.00 WIB menumpang becak bermotor. Perempuan itu terus menangis sambil menggendong anaknya. Dia langsung dibawa masuk ke kamar jenazah. Raungannya terdengar hingga ke luar. "Iya itu istri dan anaknya baru datang dari Pekanbaru, Riau," kata petugas yang berjaga.

Kepala Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Sumut Kompol Junaidi membenarkan Beny H Sihombing merupakan bintara di detasemennya, bukan Den-C Brimob Polda Sumut. Namun, dia menolak memberi informasi lebih jauh dan mengarahkan wartawan ke penyidik di Polres Binjai.

Seperti diberitakan, Brigadir Beny H Sihombing, personel Den Gegana Sat Brimob Polda Sumut (bukan Den-C Brimob Polda Sumut seperti berita sebelumnya) tewas bersimbah darah di dekat lapo tuak di Jalan Juanda, Desa Suka Maju, Binjai, Kamis (20/11) malam. Dia ditikam personel TNI yang dikenal bernama Akhir. ***