
PERINGATAN Bulan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Nasional 2015 yang digelar oleh PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) disambut antusias oleh karyawan dan pekerja di lingkungan kerja RAPP, Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau. Dalam kegiatan peringatan tahun ini, panitia bulan K3 mengambil tema dengan menyesuaikan keadaan industri yang akan dihadapi ke depan yakni ''Melalui Penerapan Safety Month K3 Kita Wujudkan Indonesia Berbudaya K3 dalam Menghadapi Perdagangan Bebas''.
Beragam kegiatan pun telah digelar untuk menguji dan meningkatkan kompetensi karyawan dan kontraktor dalam pelaksanaan K3 pada tanggal 18 Januari 2015 hingga 6 Februari 2015 ini. Diawali dengan kegiatan Upacara bendera hari K3 yang dihadiri sejumlah pejabat pemerintah sekaligus pemberian penghargaan K3. Selain itu juga digelar pameran alat K3, seminar tentang Keselamatan dan Kesehatan kerja, pelatihan keselamatan berkendara, kompetisi pemadaan kebakaran bagi karyawan, kompetisi pemadaan kebakaran untuk para wanita yang tergabung dalam IWARA serta kompetisi pertolongan pertama.
Bupati Pelalawan M. Harris yang diwakili Kepala Dinas Tenaga Kerja, Nasri Fiesda Elly menyampaikan sambutan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) RI, M Hanif Dhakiri mengenai komitmen perilaku K3 perusahaan menjadi aspek yang penting demi tercapainya visi K3 untuk kemandirian masyarakat Indonesia berbudaya K3 tahun 2020. Upacara tersebut juga dihadiri Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pelalawan, Saniman, dan Monang Pasaribu, Direktur Operasional RAPP, Mhd Ali Shabri, HRD Director, Willim, Pimpinan Bisnis Unit, Eduward Ginting, Patrick McBride, LP&C Manager, Robert L. Sitorus dan sejumlah jajaran manajemen lainnya.
''Beberapa aspek itu diantaranya optimalisasi kepada lembaga pelatihan dan lembaga pendidikan guna menciptakan kualitas SDM yang kompeten, produktif dan berdaya saing. Di sisi lain, peningkatan kompetensi SDM juga harus dimiliki dengan pemahaman keselamatan dan kesehatan kerja. Sesuai Undang-undang No. 1 tahun 1970 tentang K3, kegiatan kerja tidak hanya mencakup keselamatan dan kesehatan kerja perorangan saja, tapi juga bagaimana kita dapat mengendalikan resiko terhadap peralatan, aset dan sumber produksi supaya dapat digunakan secara aman efisien dan terhindari dari kecelakaan dan penyakit akibat kecelakaan,'' ujar Nasri.
Pada kesempatan itu Nasri juga menyerahkan penghargaan Bupati kepada Karyawan dari Departemen Evaporator, Riau Prima Energi (RPE) Abdul Rozi Dana sebagai The Best Process Safety Engineer (PSE) dan Kontraktor mitra kerja perusahaan, Yusup P. Hutagalung sebagai Safety Month Contractor 2014.
Ketua Panitia Pelaksana Bulan K3 Nasional RAPP, Suminto, mengatakan tujuan dari semua acara yang digelar itu agar perusahaan, karyawan dan kontraktor semakin meningkatkan kepedulian dan kesadaran mereka akan K3 sehingga diharapkan dapat menekan dan bisa meniadakan angka kecelakaan kerja yang terjadi di wilayah operasional perusahaan melalui sosialisasi dan edukasi sehingga target zero accident bisa tercapai.
''Kita berharap K3 ini menjadi budaya di dalam keluarga, dan para karyawan maupun kontraktor. Target kita tentu saja mencapai Zero Accident. Jadi kita menghimbau agar semuanya bisa terus menjalankan peraturan terkait K3 seperti LOTO atau Lock Out, Take Out, JSA atau Job Safety Analysis, dan peraturan lainnya,'' jelas Suminto.
Visi RAPP untuk menciptakan Zero Accident itu pun optimis akan tercapai. Kepala Departemen Loss Prevention & Control (LP&C) RAPP, Robert Sitorus, mencatat setiap tahunnya angka kecelakaan kerja yang terjadi mengalami penurunan yang cukup siqnifikan. Hal ini merupakan hasil dari penerapan Behavior Base Safety atau perilaku berbasis K3 demi menjaga keamanan, kenyamanan dan keselamatan kerja karyawan di lingkungan perusahaan.
''Angka kecelakaan kerja di perusahaan semakin menurun drastis. Tahun lalu (2014), kita zero fatality. RAPP ini nomor dua terbaik dunia untuk masalah keselamatan kerja. Makanya kita ingin warga komplek untuk semakin peduli terhadap keselamatan kerja sehingga tercipta kondisi safety production and operation,'' tuturnya.
Robert pun berharap semangat dan kesadaran mengenai K3 bisa dijunjung tinggi oleh semua pihak baik dari leader maupun dibawahnya demi kenyamanan semua pihak dalam mencari nafkah dan penghidupan di RAPP.
''Komitmen dari para leader juga harus ditingkatkan. Sebab, jika leader memiliki komitmen yang kuat maka jajaran dibawahnya akan memiliki komitmen yang sama untuk menjunjung budaya K3 dalam keseharian mereka, tidak hanya di ruang kerja,'' ujarnya.
Dokter Jan Adrianus Gunawan yang menjadi juri pada saat kompetisi pertolongan pertama mengemukakan moment kompetisi ini menjadi ajang untuk menumbuhkan kesadaran karyawan dan kontraktor akan pentingnya P3K bagi keselamatan dan kenyamanan mereka pada saat bekerja.
''Acara ini bukan sekedar lomba saja, melainkan kita ingin menyegarkan kembali pengetahuan dan kemampuan karyawan mengenai P3K bagaimana langkah-langkahnya, mengatasi kepanikan dan mampu membaca situasi dan kondisi. Sehingga apabila terjadi kecelakaan, kita dapat meminimalisir korban melalui pertolongan pertama,'' kata pria berkacamata yang bekerja sebagai dokter di Klinik Komplek RAPP itu.
Selain beberapa kegiatan kompetisi, panitia juga menggelar acara seperti Occupational Health and Safety (OHS) Funwalk, Kompetisi Yel-yel K3, cerdas cermat mengenai K3, kompetisi stand up comedy dan Toolbox K3 untuk memeriahkan bulan K3 Nasional ini. Ratusan karyawan dan kontraktor pun selalu memadati area kompetisi dan berpartisipasi selama acara berlangsung. ***
Foto bersama Bussines Head PT. RAPP beserta tamu undangan dalam apel pagi pembukaan bulan K3.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Nasri Fiesda Elly didampingi Deputy Mill Operational Director PT. RAPP, Ali Shabri mengunjungi stand tim firefighter PT. RAPP dalam pameran bulan K3.
Tiga tim yang tengah bertanding dalam Lomba Cerdas Cermat K3 di aula Foodcourt Townsite 1 PT.RAPP.
dr. Untung Saputro Widjaya memberikan pengarahan pertolongan pertama kepada siswa SD dan SMP dalam K3 Goes to School.
Tim LP & C sedang memberi contoh dalam menggunakan tandu sebagai bagian dari komitmen terhadap K3 kedapa para murid.
Salah seorang peserta Lomba Fire Brigade Mill ketika memadamkan api menggunakan fire extinguisher.
Peserta sedang mendengarkan penjelasan dari Nasrul Sjarif, pembicara dari Depnakertrans dalam Seminar K3 di Hotel Unigraha PT. RAPP, Selasa (3/3/2015).
Salah satu tim dari PTSI yang tengah melakukan pertolongan pertama dalam lomba First Aider untuk karyawan.
Peserta sedang beraksi dalam kategori Fire blanket, memadamkan api dengan menggunakan selimut.
Robert Sitorus, LP & C Manager, ketika memulai acara Funwalk di kompleks Town Site 1 PT. RAPP.