PEKANBARU - Pria berumur 50 tahun, sebut saja namanya Anto, warga Kabupaten Inhu, Provinsi Riau, 'tukar guling' mobil Avanza miliknya dengan sebuah Batu Delima.

Mobil itu ia jual seharga Rp70 juta demi membeli Batu Delima tersebut dari seseorang yang baru dikenal. Diduga pelaku ini penipu ulung, sehingga Anto dapat dengan mudah terpedaya begitu saja.

Kasus ini berawal saat korban didatangi orang tak dikenal, Minggu (15/1/2017) kemarin. orang itu berpura-pura bertanya tentang keberadaan seseorang pria yang kerap membeli barang antik. Entah karena kebetulan, Anto ternyata mengenalnya.

Saat itu korban mengatakan kalau pria yang dicari oleh orang tak dikenal tersebut sudah meninggal dunia. Saat itu lah pelaku melancarkan triknya. Ia berdalih ingin menyerahkan Batu Delima ini kepada si bapak, namun ternyata sudah tiada.

Atas alasan tersebut, pelaku kemudian menawarkan batu ini kepada korban secara cuma-cuma. Saat itu lah masuk trik lainnya. Muncul satu pelaku lagi yang tiba-tiba menawar batu tersebut. Tentu saja itu cuma akal-akalan yang sengaja mereka setting.

Kuat dugaan, ini hanya modus para pelaku buat menipu korban. Singkat kata singkat cerita, mereka lalu membawa korban ke daerah Pematang Reba, Inhu untuk menemui bos salah seorang dari mereka.

Sesampainya di sana, orang yang mereka sebut-sebut sebagai bos ini menyarankan korban untuk menjual mobilnya, buat membeli Batu Delima itu. Agar yakin, bos ini berjanji bakal mengganti dengan mobil baru dan uang Rp1,5 miliar.

Entah kenapa, korban percaya begitu saja dengan tiga orang ini. Hari itu juga ia pergi ke showroom untuk menjual mobil Avanza seharga Rp70 juta. Setelah itu mereka bertemu lagi di sebuah kedai kopi di Pematang Reba, Inhu.

Anto pun tanpa ragu menyerahkan uang tersebut kepada si bos yang tidak ia kenal ini, berharap diganti dengan mobil baru dan uang Rp1,5 miliar. Namun sebelum perjanjian dipenuhi, pelaku meminta korban untuk Salat ke masjid.

"Setelah selesai beribadah, korban kembali ke kedai itu, namun ketiganya sudah tidak ada di sana dan sudah pergi. Merasa tertipu, korban lalu membuat laporan ke Mapolres," ungkap Kapolres Inhu, AKBP Abas Basuni, Senin (16/1/2017) siang.

Kuat dugaan, Anto ini korban penipuan. Aparat berwajib masih mendalami kasusnya. "Kita imbau agar masyarakat tidak mudah percaya dengan modus-modus yang seperti ini," imbuh Abas Basuni kepada GoRiau.com (GoNews Group). ***