
JAKARTA, GORIAU.COM - Meski mengaku mampu meraup Rp1 juta sehari dari mengemis di pinggir jalan, penyandang cacat yang tidak memiliki kedua tangan bernama Agus ini hanya mendapat makan sebagai upah dari 'majikannya'.
Penghasilannya yang hingga Rp1 juta dalam sehari, dan disetorkan kepada 'majikannya' tidaklah sebanding dengan apa yang didapatnya.
Pengakuan pemuda asal Surabaya, tersebut terungkap saat dirinya terjaring operasi yustisi yang dilakukan Sudin Sosial Jakarta Pusat, Selasa (10/9) pagi, di Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta.
Bersama 5 PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial) lainnya, Agus digiring ke kantor walikota untuk dikirim ke panti sosial.
''Jangan ditangkep Pak, salah saya apa? Saya kan cuma disuruh saja seperti ini, nggak tahu apa-apa,'' ucap Agus sambil terus merengek agar tidak ditangkap.
Sebagai barang bukti, petugas Sudin Sosial ikut menyita ember milik Agus berisi uang Rp170 ribu dengan pecahan uang Rp50 ribuan dan Rp10 ribuan.
Dikisahkan pemuda yang baru dua bulan tinggal di Jakarta tersebut, dirinya berada di Ibukota setelah melarikan diri dari sebuah panti yang ada di Surabaya.
Di Jakarta, Agus ditampung di sebuah kontrakan oleh sesorang yang dikenalnya dan dipekerjakan sebagai pengemis. ''Setiap hari saya di drop di Jalan Imam Bonjol jam 5 pagi dan dijemput lagi jam 2 siang,'' terangnya.
Penghasilannya yang cukup besar dalam sehari, tidak seutuhnya dinikmati karena uang tersebut harus disetorkannya.
Sementara itu Kepala Sudin Sosial Jakarta Pusat Marjito didampingi Kasie Pelayanan dan Rehabilitas Sosial, mengatakan razia rutin dilakukan di beberapa wilayah Jakarta Pusat.
''Memang sejauh ini mereka ada yang dikoordinir, dan kita akan cari tahu siapa orangnya,'' ungkapnya. (pkc)