
DURI, GORIAU.COM - Pedagang yang kena gusur dari Pasar Mandau, saat ini harus bisa menahan amarah. Pasalnya, ada oknum yang tidak bertanggungjawab telah mengancam, pedangang yang tak mengisi lapak-lapaknya dengan dagangan di Pasar Sultan Syarief Kasim kota Duri, kecamatan Mandau, kabupaten Bengkalis. Aksi premanisme seperti ini membuat takut pedagang, tentunya.
"Kalau kami (pedangang, red) tak segera berdagang dilapak yang sudah ditentukan hingga 15 Juni, maka lapak kami akan diambil alih oleh UPT Dinas Pasar dan Kebersihan kecamatan Mandau," ucap ibu paruh baya mengenakan jilbab berwarna hitam kepada GoRiau.com, Senin (22/6/2015) siang dikantor Camat Mandau.
Herannya, ada oknum yang memperjualbelikan lapak yang sudah menjadi hak pedagang di Pasar Sultan Syarief Kasim dari harga Rp1 juta hingga Rp3 juta. Bahkan pedagang sendiri dilarang untuk menyewakan lapaknya. Namun banyak lapak yang disewakan dengan harga Rp2,5 juta.
"Anehnya, sampai ada 7 lapak yang punya hanya 1 nama, kan aneh. Harusnya hal ini tidak bisa dibiarkan. Kami ini rakyat kecil kok ditindas terus ya. Mana yang namanya Pemda, katanya memperhatikan rakyat kecil. Ini malah menguntungkan kantong sendiri.
Dirinya juga mengakui harga resmi 1 unit lapak dengan ukuran 2,5 meter x 2,5 meter hanya Rp350 ribu, tak sampai berjuta-juta.
"Kami yang sudah membayar Rp350 ribu pun tak diberikan kwitansi, hanya terdaftar dengan sebuah tanda tangan saja. Kalau tak ada permainan, apa namanya ini," tutupnya dengan nada kesal.(ric)