DURI, GORIAU.COM - Puluhan pedagang di pasar Sultan Syarief Kasim (SSK) kota Duri, kecamatan Mandau, kabupaten Bengkalis, merasa dizalimi oleh pihak tertentu. Karena hal itulah mereka (pedagang, red) ingin menemui Camat Mandau Hasan Basri, namun camat tak berada di tempat karena menghadiri rapat di Kantor Bupati Bengkalis.

"Pasar ini milik Pemerintah Daerah (Pemda) apa perorangan. Kami sudah bayar, kok lapak kami bisa hangus, karena tak ditempati," celoteh salah satu pedagang harian yang tak ingin disebutkan namanya kepada GoRiau.com, Senin (22/6/2015) siang dikantor Camat Mandau.

Dirinya yang memakai jilbab berwarna merah menerangkan, saat ini kondisi pasar sangat sepi. Bahkan untuk berjualan sembako pun harus bergeser dari depan ke belakang. Kondisi ini membuat sejumlah pedagang enggan membuka lapaknya untuk berjualan.

"Kami berjualan sembako tak boleh di lapak bagian depan, harus ke belakang. Kami pun berdagang di Syarief Kasim bukan untung, tapi rugi," ucapnya.

Perwakilan pedagang pun akhirnya diterima oleh Kasi Trantib kecamatan Mandau Samsul Alam, setelah menunggu beberapa menit. Dirinya menjelaskan kepada pedagang, akan membawa permasalahan ini kepada Camat Mandau.

"Kami Satpol PP tidak melarang mereka berjualan, tapi jangan berjualan di bahu dan badan jalan, itu saja. Masalah ini akan kita koordinasikan kepada Camat Mandau sebagai pimpinan di kecamatan Mandau," kata Samsul Alam kepada perwakilan pedagang.(ric)